// <![CDATA[PERANCANGAN MOTION GRAPHIC SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PENYULUHAN BENCANA KEKERINGAN DI JAWA BARAT]]> Aditya Januarsa, M.Ds. Fadhlih Pramudiyantoro \ 33-2012-036 Penulis
Kekeringan merupakan salah satu bencana yang tidak dapat disepelekan. Karena dampak yang terjadi akibat kekeringan sangatlah fatal dan mempengaruhi ke berbagai aspek, baik kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Apalagi menurut peta kejadian bencana kekeringan, Pulau Jawa menjadi Pulau dengan ancaman kekeringan tertinggi se-Indonesia. Namun masyarakat Jawa Barat terutama para petani masih kurang peka tehadap bencana kekeringan yang terjadi dikarenakan Jawa Barat relatif beriklim basah, berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang relatif beriklim kering. Terlebih lagi mereka merasa tenang-tenang saja saat terjadi bencana kekeringan karena sudah terbiasa dengan bantuan dari instansi. Selain itu, informasi yang masih minim membuat masyarakat tidak tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bencana kekeringan. Oleh karena itu, melalui media penyuluhan berupa motion graphic, diharapkan masyarakat yang berada di daerah rawan kekeringan memahami tindakan apa yang bisa dilakukan sehingga pada saatnya bencana terjadi, masyarakat sudah mampu mengantisipasi bencana tersebut secara mandiri.