// <![CDATA[PERANCANGAN SISTEM PENTANAHAN TITIK NETRAL TRANSFORMATOR DAN SETTING RELAY GANGGUAN 1 PHASA KE TANAH PADA JARINGAN TRANSMISI 20 KV PLTMH NUA AMBON]]> Syahrial, S.T., M.T. Siti Saodah, S.T., M.T. YUDHO RAGIL A. / 11-2008-033 Penulis
Dengan semakin berkembangnya sistem tenaga listrik baik dalam ukuran jarak (panjang) daya yang dikirim maupun tegangan, maka diperlukan sistem pengaman yang handal untuk menjaga kelangsungan pengiriman daya dari sumber ke beban. Jaminan ketersediaan pengiriman daya dapat lebih baik dengan cara memperbaiki desain sistem proteksi pada saat sistem mengalami gangguan. Jenis gangguan yang sering terjadi pada sistem distribusi yang menggunakan saluran udara yaitu hubung singkat satu fasa ke tanah. Maka dari itu, salah satu upaya membatasi arus gangguan yang dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan utama, dipasanglah sistem pentanahan pada transformator. Pengaman sistem tersebut, dipakai pemutus dengan relay tanah untuk gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Pembuatan laporan ini bertujuan untuk mendapatkan besar sistem pentanahan yang selanjutnya dipakai untuk menghitung setting relay gangguan fasa ke tanah (GFR) pada penyulang 20 kV di PLTMH Nua Ambon dengan menghitung besar arus hubung singkat yang terjadi. Untuk mendapatkan kriteria yang diinginkan, maka dilakukan perancangan pentanahan dan setting relay gangguan ke tanah dengan melakukan perhitungan dan simulasi untuk mendapatkan waktu kerja relay yang baik, sehingga gangguan yang terjadi tidak merusak peralatan listrik. Hasil yang didapat akan dibandingkan dengan hasil simulasi ETAP 7. Hasil dari tugas akhir ini didapatkan nilai pentanahan transformator sebesar 72,73 ohm dengan mengacu 10% dari arus nominalnya terhadap dua pembangkit, serta hasil simulasi relai untuk gangguan pada jarak 25% didapat waktu operasi relai memutuskan CB 1 yaitu 0,664 detik dengan arus 308 amper, pada jarak 50% didapat waktu operasi relai memutuskan CB 1 yaitu 0,717 detik dengan arus 295 amper, pada jarak 75% didapat waktu operasi relai memutuskan CB 1 yaitu 0,784 detik dengan arus 281 amper, pada bus GH Waipia didapat waktu operasi relai memutuskan CB 1 yaitu 0,871 detik dengan arus 268 amper.