// <![CDATA[CIMAHI CYCLING & ATHLETICS ARENA Tema :]]> Aditya Danudja /21.2012.034 Penulis Eka Virdianti, S.T. M.T. Ir. Udjianto Pawitro, M. SP.
Pekan olahraga nasional meresmikan Jawa Barat, menjadi tuan rumah PON XIX/2016 2018. Berbagai persiapan mulai dilakukan pembenahan sarana olahraga. Perancangan Cimahi Cycling & Athletics Arena ini berpotensi sebagai solusi yang tepat dalam menangani permasalahan sarana olahraga khususnya pada cabang olahraga sepeda Velodrome, BMX, dan atletik non lintasan. Mewadahi atlet profesional hingga masyarakat sekitar untuk aktif mempergunakan sarana olahraga ini yang ditunjang dengan fasilitas – fasilitas yang berstandar internasional. Untuk mewadahi fasilitas olahraga sepeda Velodrome, BMX dan atletik non lintasan dipilihlah kawasan di Kota Cimahi. Pilihan tersebut dimaksudkan agar saat terjadi event olahraga besar dan Jawa Barat menjadi tuan rumah aktivitas olahraga hingga transpotasi para atlet tidak terfokus di Kota Bandung, juga sebagai sarana olahraga yang dirancang cukup lengkap dan dapat dinikmati oleh warga Kota Cimahi dan sekitarnya. Namun, dibalik kebutuhan akan sarana olahraga velodrome, suhu bumi khususnya di Indonesia sendiri sudah meningkat. Hal ini disebabkan beberapa faktor salah satunya terlepasnya gas CO2 ke atmosfer bumi yang salah satunya dihasilkan dalam proses menghasilkan energi listrik secara konvensional. Indonesia sendiri berada di garis khatulistiwa yang terpapar sinar matahari cukup banyak. Melihat potensi ini, maka dicari penggunaan teknologi menghasilkan energi listrik menggunakan sinar matahari, yaitu Photovoltaic Cells. Photovoltaic Cells yang digunakan adalah jenis Crystalline dikarenakan sampai saat ini PV Cells dengan jenis Crystalline lah yang menghasilkan listrik lebih besar dibanding dengan jenis lain.