// <![CDATA[VOCATIONAL BOTANI SCHOOL LEMBANG Tema :]]> Erisa Weri Nydia, ST, M.Sc Ir. Shirley Wahadamaputera, M.T. Dimas Setiawan /21.2012.122 Penulis
Sekolah Menengah Kejuruan dituntut bukan hanya sebagai penyedia tenaga kerja yang siap bekerja pada lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha / dunia industri, tetapi juga lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. Berdasarkan persentase penggunahan lahan, Lembang termasuk penggunaan lahan pertanian yang cukup besar. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang lebih untuk mengembangkan kurikulum yang ada, maka metode yang diterapkan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai praktek pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian untuk mengembangkan hasil pertanian dalam pendidikan nasional. Namun, selain pemanfaatan pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) muncul suatu pemikiran untuk menyediakan beberapa fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan pada satu lokasi dalam sarana pendidikan. Dengan adanya sarana dan fasilitas pendidikan SMK Pertanian ini yang memenuhi standar nasional diharapkanakan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tema yang di rencanakan pada bangunan sekolah kejuruan pertanian ini adalah Pengolahan Limbah Air Hujan dengan tema umum yang di angkat adalah Ramah Linkgungan. Tema ini dipilih berdasarkan pertimbangan beberapa hal, diantaranya pemanfaatan pada ruang terbuka hijau yang digunakan lahan praktek pertanian sebagai pemanfaatan air hujan kembali dan pengaplikasian material yang ramah lingkungan. Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk membuka pemikiran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan di sekolah maupun diluar sekolah. Juga diharapkan untuk pemerintah memperhatikan sistem pendidikan yang diterapkan pada semua sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan di kawasan pedesaan.