// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH PADAT B3 (BOTOL KACA) BEKAS KEMASAN BAHAN KIMIA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SOLIDIFIKASI]]> 0429096502 - Hazairin, Ir., M.T. ANGGUN FARIDA /252012003 Penulis Iwan Juwana, S.T., MEM,. Ph.D
Limbah botol kaca bekas bahan kimia merupakan salah satu limbah padat yang jarang diperhatikan. Diperlukan upaya untuk mengurangi limbah botol kaca bekas bahan kimia tersebut dan salah satunya adalah dengan menggunakan limbah tersebut sebagai salah satu material beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan terhadap kuat tekan dan kualitas lindi dari beton yang dihasilkan, serta mengetahui potensi pengurangan limbah botol kaca. Botol kaca yang digunakan adalah botol kaca berwarna coklat atau biasa disebut amber glass. Kuat tekan beton yang direncanakan dalam penelitian ini adalah sebesar K225 dengan jumlah penambahan tumbukan kaca sebesar 0%, 25%, 50% dan 75% dari berat agregat kasar yang digunakan. Secara umum, penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yaitu uji kuat tekan beton dan uji Toxicity Characteristic Leaching Procedures (TCLP) dari beton yang dihasilkan. Hasil uji kuat tekan beton terbesar adalah 283,4 kg/cm2 dari beton dengan limbah botol kaca 0%. Hasil uji TCLP untuk Cr6+ yang terbesar adalah 0,762 mg/lt dari beton dengan limbah botol kaca 25%. Konsentrasi Cr6+ hasil pengujian tidak melebihi standar baku mutu. yaitu Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah B3. Potensi pengurangan botol kaca yang dapat dilakukan adalah sebanyak 600 – 2100 buah botol kaca sesuai dengan ukuran dan berat botol kaca yang digunakan.