// <![CDATA[SARANA OLAHRAGA SASARAN MANDALA PRIANGAN ARENA]]> Dwi Kustianingrum, Ir, MT. Theresia Pynkyawati, Ir, MT. Hanief Akbar / 21.2012.026 Penulis
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang diperhitungkan untuk menjadi tuan rumah dalam ajang pertandingan olahraga skala nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Disamping itu kini tujuan dari olahraga sasaran sudah mulai berubah, dari kesehatan menjadi gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dengan adanya club atau komunitas-komunitas di bidang olahraga ini. Hanya saja fenomena ini tidak didukung oleh ketersediaan sarana berkumpul, berlatih serta kompetisiyang terpadu. Menghadapi permasalahan tersebut, atlit, klub maupun penggemar olahraga sasaran memerlukan wadah yang representatif dimana mereka dapat melakukan aktifitas-aktifitasnya seperti berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisiknya sekaligus berekreasi. Karenanya muncul suatu pemikiran untuk menyediakan sebuah fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut dalam satu lokasi yang terpadu dalam bentuk suatu sarana olahraga sasaran. Pengembangan sarana olahraga sasaran ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rekreasi, edukasi dam prestasi masyarakat di bidang olahraga panahan, menembak dan boling. Sarana olahraga ini perlu didukung dengan fasilitas lainnya seperti fasilitas niaga, kesehatan, rekreasi, pendidikan dan fasilitas pelayanan umum lainnya agar sarana olahraga ini menjadi terpadu serta fungsi bangunan tetap optimal walaupun tidak ada kegiatan kompetisi sehingga proyek ini sangat feasible untuk dibangun. Tema yang direncanakan pada bangunan sarana olahraga sasaran ini adalah penerapan ekspresionisme struktur dengan gaya Arsitektur nusantara. Tema ini dipilih karena pertimbangan beberapa hal, diantaranya penggunaan struktur berbentang lebar sebagai nilai estetis dan nilai jual dari bangunan dan gaya Arsitektur nusantara sebagai landasan dalam merancang pada kondisi site yang berkontur. Pertimbangan lainnya adalah penyesuaian dengan kawasan Kota Baru Parahyangan yang menggagas konsep pilar budaya dimana bangunan olahraga sasaran ini bukan hanya sebagai fasilitas olahraga dan PON namun dapat juga menjadi edukasi untuk keharmonisan lingkungan.