// <![CDATA[SMK PETERNAKAN TANJUNGSARI Tema:]]> Ardhiana Muhsin, S.T., M.T. Ir. Bambang Subekti, M.T. Iman Taufiq / 21 2007 066 Penulis Ir. Udjianto Pawitro, M.S.P
Pendidikan adalah kebutuhan penting bagi perkembangan dan pola pikir masyarakat, hal itu yang mendorong pembangunan sekolah dan sarana pendidikan. Kabupaten Sumedang adalah salah satu wilayah urban yang menjadi jalur lintas kota yang memiliki banyak sektor industri lokal seperti pertanian, peternakan dan sebagainya, karena itu dibutuhkan sarana pendidikan khusus yang mampu menampung pengembangan industri lokal. SMK Peternakan adalah pilihan tepat menampung anak-anak lulusan SMP dan sederajat yang ingin lebih khusus lagi mendalami bidang agribisnis peternakan khususnya untuk wilayah Tanjungsari Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Terdapat hal penting yang sering diabaikan pada pembangunan sarana pendidikan formal salah satunya yaitu tingkat ketersediaan sarana yang menunjang prilaku dan kegiatan orang-orang yang ada di dalamnya terutama para pelajar. Untuk menciptakan bangunan pendidikan yang memenuhi kriteria tersebut, dibutuhkan sistem yang mampu diterapkan pada bangunan sebagai metode yang sesuai dengan fungsi utama bangunan yaitu SMK Peternakan, selain kebutuhan akademis belajar di dalam kelas reguler maupun praktek, juga kebutuhan lainnya bagi tim pengajar maupun pengelolanya, maka tema yang diangkat pada proyek ini adalah penerapan teori Defensible Space karya Newman Oscar sebagai metoda arsitektur yang digunakan, dengan memanfaatkan pola bentuk heksagonal sebagai acuan yang cocok dalam penerapan bentuk dan tatanan massa sekaligus penguatan tema bangunan. Pada penerapan teori tersebut dilakukan dengan cara membentuk klaster-klaster dengan pola segi enam beraturan dengan arah fasad bangunan mengarah ke titik tengah. Pada area tengah ditempatkan area pusat kegiatan dengan beragam pilihan suasana tempat berkumpul sekaligus sebagai area yang mudah terpantau oleh pihak yang lebih berwenang dalam proses pendidikan. Hal serupa berlaku pula untuk ternak sebagai obyek pembelajaran yang harus diawasi oleh para pelajar maupun pengelola.