// <![CDATA[SMK PETERNAKAN ABIYASA TANJUNGSARI Tema:]]> Ir. Shirley Wahadamaputera, M.T. Mas Akbar Suhardianto /21.2012.090 Penulis Erisa Weri Nydia, ST, M.Sc.
Sekolah Menengah Kejuruan dituntut bukan hanya sebagai penyedia tenaga kerja yang siap bekerja pada lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha / dunia industri, tetapi juga lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. Berdasarkan persentase penggunaan lahan, Tanjungsari termasuk penggunaan lahan untuk lahan pemeliharaan ternak yang cukup luas. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang lebih untuk mengembangkan kurikulum yang ada, maka metode yang diterapkan Pengolahan Limbah Hijau (PLH) dan Pemeliharaan Ternak sebagai praktek pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan untuk mengembangkan hasil ternak dalam pendidikan nasional. Namun, selain pemanfaatan pada Pengolahan Limbah Hijau dan Pemeliharaan Ternak muncul suatu pemikiran untuk menyediakan beberapa fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan pada satu lokasi dalam sarana pendidikan. Dengan adanya sarana dan fasilitas pendidikan SMK Peternakan ini yang memenuhi standar nasional diharapkanakan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tema yang direncanakan pada bangunan sekolah kejuruan Perternakan ini adalah Pengolahan Limbah dan Penggunaan Material Alam dengan tema umum yang di angkat adalah Ramah Linkgungan. Tema ini dipilih berdasarkan pertimbangan beberapa hal, diantaranya meminimalisir pengerusakan tanah, pemanfaatan limbah yang digunakan lahan hijau dan pengaplikasian material alam yang ramah lingkungan. Penyusunan tugas akhir ini bertujuan untuk membuka pemikiran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan di sekolah maupun diluar sekolah. Juga diharapkan untuk pemerintah memperhatikan sistem pendidikan yang diterapkan pada semua sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan di kawasan pedesaan.