SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PETERNAKAN CAKRA BUANA TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG
Laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi pada daerah Sumedang tercatat di wilayah cepat tumbuh yaitu di kecamatan Tanjungsari sebesar 2.6 persen (sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang). Kurangnya Sekolah Menengah Kejuruan Peternakan di daerah Tanjungsari Kabupaten Sumedang ketika potensi unggulan daerah Tanjungsari salah satunya di bidang agribisnis ternak yaitu ikan lele, sapi perah, dan domba. Maka dari itu aspek konservasi energi limbah menjadi hal utama dalam perancangan Sekolah Menengah Kejuruan Peternakan Cakra Buana Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Sistem konservasi energi limbah berupa limbah organik (kotoran ternak dan sampah rumah tangga) dan limbah air (black water, grey water, strom water). Limbah tersebut harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menjamin kesejahteraan tapak di sekitarnya, baik ekosistem di dalam tapak seperti manusia, ternak, dan dekomposer. Sistem cut and fill harus diperhatikan dari keadaan tanah yang berkontur dengan menyesuaikan fungsi pada sekolah dan hunian agar tercapai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PETERNAKAN CAKRA BUANA TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PETERNAKAN CAKRA BUANA TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
MLA Style
.SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PETERNAKAN CAKRA BUANA TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PETERNAKAN CAKRA BUANA TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG ().Arsitektur:FTSP,2017.Text