// <![CDATA[EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI]]> Maya Ramadianti Musadi, Ir., M.T., Ph.D. Arfian /14-2012-007 Penulis Muhammad Hared / 14-2012-018 Dosen Pembimbing 1 Dr. rer. Nat. Riny Yolandha Parapat, S.T., M.T., M.Sc.
Indonesia memiliki deposit aspal alam terbesar dunia yang berada di pulau Buton yaitu sekitar 677 juta ton, namun aspal alam Indonesia belum dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga Indonesia masih mengimpor aspal dari negara lain. Oleh karena itu hasil ekstraksi dari batuan asbuton dapat dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah impor aspal dari luar negeri. Selama ini telah dilakukan penelitian untuk mengekstraksi aspal dari batuan aspal alam tersebut namun hasilnya kurang optimal, untuk itu dilakukan penelitian ekstraksi menggunakan sistem mikroemulsi. Sistem mikroemulsi terdiri dari minyak, air dan surfaktan. Surfaktan digunakan ialah tween 80. Jenis pelarut yang digunakan adalah kerosene, solar, bensin, yang merupakan produk dari PERTAMINA serta pelarut n-heksana. Persiapan ekstraksi batuan asbuton terlebih dahulu digerus bersama dengan pelarut kemudian dimasukkan kedalam campuran surfaktan dan air. Ekstraksi dilakukan dengan variasi konsentrasi surfaktan dan jenis pelarut. Berdasarkan hasil penelitian dengan variasi konsentrasi surfaktan diperoleh yield tertinggi (58.18%) pada konsentrasi surfaktan 0,3% sedangkan untuk variasi jenis pelarut diperoleh yield terbesar (57.13%) dengan jenis pelarut n-heksana.