EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI
Indonesia memiliki deposit aspal alam terbesar dunia yang berada di pulau
Buton yaitu sekitar 677 juta ton, namun aspal alam Indonesia belum dapat
dimanfaatkan dengan baik dan juga Indonesia masih mengimpor aspal dari negara
lain. Oleh karena itu hasil ekstraksi dari batuan asbuton dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi jumlah impor aspal dari luar negeri. Selama ini telah dilakukan
penelitian untuk mengekstraksi aspal dari batuan aspal alam tersebut namun
hasilnya kurang optimal, untuk itu dilakukan penelitian ekstraksi menggunakan
sistem mikroemulsi. Sistem mikroemulsi terdiri dari minyak, air dan surfaktan.
Surfaktan digunakan ialah tween 80. Jenis pelarut yang digunakan adalah kerosene,
solar, bensin, yang merupakan produk dari PERTAMINA serta pelarut n-heksana.
Persiapan ekstraksi batuan asbuton terlebih dahulu digerus bersama dengan pelarut
kemudian dimasukkan kedalam campuran surfaktan dan air. Ekstraksi dilakukan
dengan variasi konsentrasi surfaktan dan jenis pelarut. Berdasarkan hasil penelitian
dengan variasi konsentrasi surfaktan diperoleh yield tertinggi (58.18%) pada
konsentrasi surfaktan 0,3% sedangkan untuk variasi jenis pelarut diperoleh yield
terbesar (57.13%) dengan jenis pelarut n-heksana.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
MLA Style
.EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
Turabian Style
.EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULSI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text