// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES (Studi Kasus di PT. Pindad)]]> Gita Permata Liansari, S.T., M.T. Ir. Yanti Helianty, M.T. Dicky Mahendra /13-2012-187 Penulis
Pada era perindustrian modern perusahaan dituntut untuk memproduksi dan bekerja dengan tingkat efektivitas yang tinggi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan konsumen baik dari segi jumlah, spesifikasi, dan kualitas yang konsumen inginkan. PT. Pindad (Persero) merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk seperti senjata hingga alat berat. Salah satu produk yang dihasilkan yaitu produk part should for e clip yang merupakan part penyusun e-clip yang berguna untuk penjepit bantalan rel kereta api. Pada pembuatan produk ini masih sering terjadinya keterlambatan pemenuhan pesanan konsumen melebihi due date yang telah ditentukan Banyak hal yang dapat menyebabkan keterlambatan produksi, mesin merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam kegiatan berproduksi dan dapat menjadi penyebab utama. Maka perusahaan dirasa perlu untuk menganalisis dan menghitung tingkat efektivitas peralatan dan mesin yang digunakan menggunakan metode penilai efektivitas overall equipment effectiveness (OEE) dengan minimasi six big losses. OEE merupakan ukuran menyeluruh untuk mengidentifikasi produktivitas dan efisiensi mesin dan kinerja secara teori, terdapat tiga parameter penyusun OEE yaitu kesediaan mesin (availability), performansi (performance), dan kualitas (quality). Dari nilai OEE yang dihasilkan apabila dibawah nilai standar maka dilakukan perhitungan six big losses yang terdiri dari breakdown loss, setup & adjustment loss, cycle time loss, chokotei loss, startup loss, dan defect loss untuk mengetahui kerugiaan dialami oleh perusahaan yang menyebabkan nilai OEE dibawah standar. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk memberikan usulan peningkatan efektivitas mesin pada line produksi pembuatan part shoulder for e clip yang terdiri dari mesin disamatic, shot blasting, dan furnance agar mesin yang digunakan bekerja secara optimal dan produktivitas mesin dapat meningkat dengan tetap memperhatikan kualitas produk sehingga dihasilkan produk berkualitas baik serta minim cacat. Setelah melakukan penelitian didapatkan nilai OEE untuk ketiga mesin utama pembuatan part shoulder, yaitu mesin disamatic sebesar 68%, mesin shot blasting sebesar 70% dan mesin furnance sebesar 82%. Nilai yang didapatkan dibawah nilai standar maka diperlukan perhitungan six big losses, berdasarkan diagram pareto terdapat beberapa loss yang dianggap berpengaruh terhadap nilai OEE untuk ketiga mesin yaitu cycle time loss, chokotei loss, dan breakdown loss. Setelah diketahui loss yang paling berpengaruh terhadap ketiga mesin maka dilakukan analisis penyebab masalah menggunakan alat analisis tree diagram, dari hasil analisis dihasilkan usulan perbaikan yaitu menambah dan memperbaiki exhaust fan, menambah jam istirahat selama 15 menit, melakukan prosedur maintenance secara berkala, membuat form laporan produksi harian, serta melakukan briefing dan evaluasi setiap kegiatan produksi berlangsung.