USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Pindad)
Pada era perindustrian modern perusahaan dituntut untuk memproduksi dan bekerja
dengan tingkat efektivitas yang tinggi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan
konsumen baik dari segi jumlah, spesifikasi, dan kualitas yang konsumen inginkan. PT. Pindad
(Persero) merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk seperti senjata
hingga alat berat. Salah satu produk yang dihasilkan yaitu produk part should for e clip yang
merupakan part penyusun e-clip yang berguna untuk penjepit bantalan rel kereta api. Pada
pembuatan produk ini masih sering terjadinya keterlambatan pemenuhan pesanan konsumen
melebihi due date yang telah ditentukan
Banyak hal yang dapat menyebabkan keterlambatan produksi, mesin merupakan salah
satu faktor yang memegang peranan penting dalam kegiatan berproduksi dan dapat menjadi
penyebab utama. Maka perusahaan dirasa perlu untuk menganalisis dan menghitung tingkat
efektivitas peralatan dan mesin yang digunakan menggunakan metode penilai efektivitas overall
equipment effectiveness (OEE) dengan minimasi six big losses. OEE merupakan ukuran
menyeluruh untuk mengidentifikasi produktivitas dan efisiensi mesin dan kinerja secara teori,
terdapat tiga parameter penyusun OEE yaitu kesediaan mesin (availability), performansi
(performance), dan kualitas (quality). Dari nilai OEE yang dihasilkan apabila dibawah nilai
standar maka dilakukan perhitungan six big losses yang terdiri dari breakdown loss, setup &
adjustment loss, cycle time loss, chokotei loss, startup loss, dan defect loss untuk mengetahui
kerugiaan dialami oleh perusahaan yang menyebabkan nilai OEE dibawah standar.
Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk memberikan usulan peningkatan
efektivitas mesin pada line produksi pembuatan part shoulder for e clip yang terdiri dari mesin
disamatic, shot blasting, dan furnance agar mesin yang digunakan bekerja secara optimal dan
produktivitas mesin dapat meningkat dengan tetap memperhatikan kualitas produk sehingga
dihasilkan produk berkualitas baik serta minim cacat.
Setelah melakukan penelitian didapatkan nilai OEE untuk ketiga mesin utama
pembuatan part shoulder, yaitu mesin disamatic sebesar 68%, mesin shot blasting sebesar 70%
dan mesin furnance sebesar 82%. Nilai yang didapatkan dibawah nilai standar maka diperlukan
perhitungan six big losses, berdasarkan diagram pareto terdapat beberapa loss yang dianggap
berpengaruh terhadap nilai OEE untuk ketiga mesin yaitu cycle time loss, chokotei loss, dan
breakdown loss. Setelah diketahui loss yang paling berpengaruh terhadap ketiga mesin maka
dilakukan analisis penyebab masalah menggunakan alat analisis tree diagram, dari hasil analisis
dihasilkan usulan perbaikan yaitu menambah dan memperbaiki exhaust fan, menambah jam
istirahat selama 15 menit, melakukan prosedur maintenance secara berkala, membuat form
laporan produksi harian, serta melakukan briefing dan evaluasi setiap kegiatan produksi
berlangsung.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Pindad) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Pindad) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
MLA Style
.USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Pindad) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
Turabian Style
.USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN PADA LINE PRODUKSI BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES
(Studi Kasus di PT. Pindad) ().Teknik Industri:FTI,2016.Text