// <![CDATA[ANALISIS TINGKAT KELELAHAN FISIK PENGENDARA MOTOR BERDASARKAN PENGUKURAN SECARA SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF]]> Ir. Yuniar, MT FAHMA AZALIA UMAR /13-2012-011 Penulis Arie Desrianty, ST.,MT.
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor memiliki angka yang cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah rasa lelah. Kelelahan sebagai perubahan khusus pada performa, seperti penurunan performa kerja atau meningkatnya tingkat kesalahan sebagai akibat dari waktu kerja yang berlebih. Kelelahan dapat mengakibatkan kehilangan efisiensi dan menurunnya ketahanan fisik. Pengendara yang memiliki aktivitas yang padat dan kurangnya jam istirahat sering mengabaikan kelelahan yang dirasakan, salah satunya yaitu mahasiswa. Mahasiswa yang sering mengabaikan kodisi kelelahan yang dirasakan, dapat menurunkan tingkat kewaspadaan ketika berkendara. Maka untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelelahan fisik pengendara motor khususnya mahasiswa perlu dilakukan pengukuran kelelahan fisik secara subjektif dengan menggunakan kuesioner subjective self rating test dan pengukuran kelelahan fisik secara objektif dengan menggunakan alat ukur pulse meter untuk mengukur denyut jantung responden. Hasil pengukuran menunjukkan 54% responden mengalami tingkat kelelahan fisik menengah, 42% mengalami tingkat kelelahan fisik ringan dan 4% mengalami tingkat kelelahan fisik berat. Hasil pengukuran menggunakan pulse meter menunjukkan terjadinya kelelahan secara fisik dilihat dari peningkatan denyut jantung setelah mengendarai motor dan konsumsi energi responden.