RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI KARET
Gudang merupakan tempat penyimpanan sementara persediaan yang terjadi akibat
kurang seimbangnya jumlah penwaran dan permintaan (Lambert et al, 1993). Tempat
penyimpanan yang baik adalah yang disimpan dalam keadaan tersusun rapi dan berkelompok
sehingga mudah dalam pencapaian material, yakni penyimpanan dan pengambilan material
(Apple, 1990). Pengelompokkan dilakukan agar utilitas gudang menjadi lebih maksimal.
PT. Agronesia (Inkaba) memiliki pabrik yang dilengkapi gudang bahan baku, yang
terdiri dari karet alam, sintetis serta bahan baku penunjang. Setiap bahan baku memiliki
jumlah dan jenis yang beragam. Penyimpanan bahan baku dan tata letak gudang di PT.
Agronesia (Inkaba) saat ini menggunakan metode dedicated storage. Metode dedicated
storage menetapkan bahan baku ditempatkan kedalam tempat yang telah disediakan tanpa
adanya perubahan peletakan bahan baku. PT. Agronesia membagi ruang gudang menjadi 8
ruang. Kenaikan permintaan pada beberapa bahan baku seperti karet alam menyebabkan
gudang tidak mampu menyimpan penambahan permintaan. Akibatnya penyimpanan bahan
baku menjadi menjadi tidak rapi. Operator akhirnya menyimpan bahan baku diluar area yang
telah ditetapkan, seperti di area gang. Sementara disisi lain, beberapa ruang di gudang
mengalami kekosongan.
Untuk mengatasi persoalan diatas dilakukan rancangan ulang tata letak gudang bahan
baku berdasarkan kebijakan penyimpanan berkelompok. Penyimpanan berkolompok yang
dimaksud adalah pengelompokan dengan kriteria kriteria tipe material dan banyaknya
permintaan. Larson (1997) mengembangkan algoritma dalam kebijakan pengelompokkan
yaitu dengan algoritma kedalaman baris dan pengelompokan. Langkah awal dalam
menggunakan algoritma adalah merancang gudang agar dapat dikatakan baik termasuk
mepertimbangkan ukuran gang dan ukuran rak. Selanjutnya menghitung jumlah kebutuhan
tempat penyimpanan dan kedalaman baris untuk setiap produk menggunakan algoritma
kedalaman baris. Setelah itu mengelompokan bahan baku kedalam area penyimpanan
menggunakan algoritma pengelompokan.
Dari hasil rancangan terpilih didapat bahwa dibutuhkan 41 rak yang terdiri dari 3 trap
dengan kedalaman baris sebesar 1. Rancangan menghasilkan 3 area yang membagi bahan
baku menjadi 3 kelompok. Sementara dari hasil perhitungan luas dan existing layout didapat
penghematan luas sebesar 68 m² dengan peningkatan utilitas gudang sebesar 43%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2016).RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI KARET ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI KARET ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
MLA Style
.RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI KARET ().Teknik Industri:FTI,2016.Text
Turabian Style
.RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. AGRONESIA DIVISI INDUSTRI KARET ().Teknik Industri:FTI,2016.Text