// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI DALAM PENGOPERASIAN TERMINAL BATUBARA BERDASARKAN METODE SWIFT (Studi Kasus PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA CIGADING)]]> Ir. Yuniar, MT CHUDAEFY PUSPA BRATA /13–2012–092 Penulis Lauditta Irianti,ST, MT
PT Indocement Tunggal Prakarsa Cigading (PT ITPC) merupakan sebuah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam penerimaan, penyimpanan, pencampuran dan pengiriman batubara. PT ITPC merupakan anak perusahaan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa (PT ITP) yang berfungsi sebagai pemasok bahan bakar bagi PT Indocement Tunggal Prakarsa Bogor (PT ITPB). PT ITPC memiliki SMK3 dengan target zero accident, namun pada kegiatan produksinya masih terjadi yang kecelakaan yang menunjukan bahwa PT ITPC belum mencapai target tersebut. Berdasarkan data rekapitulasi tahun 2011-2015 terjadi kecelakaan sebanyak 32 kasus. Kecelakaan yang terjadi seperti iritasi kulit, iritasi mata, luka gores, luka lecet, terbakarnya kulit, jari tangan putus dan lainnya. Kecelakaan yang terjadi secara terus-menerus menimbulkan dampak diantaranya dari sisi pekerja dapat menurunkan performansi dalam melakukan pekerjaan dan dari segi perusahaan yaitu dapat produksi terhenti sehingga perusahaan mengalami kerugian sangat besar dan bahkan memperoleh citra perusahaan yang buruk. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya bahaya dan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah metode SWIFT. Hasil identifikasi bahaya menggunakan metode SWIFT yaitu penentuan prioritas bahaya yang terjadi berdasarkan prioritas utama. Kemudian dibuat safeguard karena dibutuhkan tindakan secepatnya dalam melakukan perbaikan. Setelah membuat safeguard dapat dibuat suatu usulan perbaikan bagi perusahaan. Usulan perbaikan yang dibuat yaitu standar operational prosedur, penyediaan fasilitas, display peringatan, pemberitahuan dan perhatian untuk operator