RANCANGAN ALAT PEMOTONG IJUK MENGGUNAKAN TAHAPAN VEREIN DEUTCHE INGINIEUR 2222 DI PT DAYA INDONESIA BAKTI
PT. Daya Indonesia Bakti salah satu perusahan manufaktur yang memproduksi ijuk. Ijuk yang dipesan oleh konsumen mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ukuran ijuk yang dipesan mulai dari ukuran 10 cm sampai 41 cm. Pada proses produksinya saat ijuk dilakukan proses pemotongan sering terjadi kecacatan akibat ukuran yang kurang presisi. Selain itu alat pemotong ijuk saat ini harus dioperasikan oleh dua orang operator. Kecacatan hasil pemotongan yang terjadi saat ini sering mendapatkan hasil ukuran yang lebih atau kurang dari ukuran yang ditentukan. Kecacatan hasil pemotongan salah satu penyebabnya yaitu karena tenaga yang dibutuhkan dalam proses pemotongan relatif konstan. Toleransi yang diberikan pada setiap pemotongan yaitu kurang lebih dua millimeter. Kecacatan yang terjadi akibat proses pemotongan dapat mengakibatkan kerugian perusahan karena ada biaya bahan baku yang terbuang. Berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini perlu dilakukan perbaikan rancangan alat pemotong ijuk. Alat pemotong ijuk yang dirancang akan menggunakan tahapan Verein Deutsche Inginieure 2222 karena sederhananya tahapan-tahapan dalam membuat solusi terhadap suatu permasalahan yang sedang dilakukan penelitian. Alat pemotong ijuk yang dirancang menggunakan bantuan tenaga penumatik guna mendapatkan tenaga yang konstan dalam proses pemotongan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).RANCANGAN ALAT PEMOTONG IJUK MENGGUNAKAN TAHAPAN VEREIN DEUTCHE INGINIEUR 2222 DI PT DAYA INDONESIA BAKTI ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN ALAT PEMOTONG IJUK MENGGUNAKAN TAHAPAN VEREIN DEUTCHE INGINIEUR 2222 DI PT DAYA INDONESIA BAKTI ().Teknik Industri:FTI,2017.Text
MLA Style
.RANCANGAN ALAT PEMOTONG IJUK MENGGUNAKAN TAHAPAN VEREIN DEUTCHE INGINIEUR 2222 DI PT DAYA INDONESIA BAKTI ().Teknik Industri:FTI,2017.Text
Turabian Style
.RANCANGAN ALAT PEMOTONG IJUK MENGGUNAKAN TAHAPAN VEREIN DEUTCHE INGINIEUR 2222 DI PT DAYA INDONESIA BAKTI ().Teknik Industri:FTI,2017.Text