// <![CDATA[USULAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM DI PT. INTI PERSERO]]> Fauzi Radian Hantoro /13-2011-027 Penulis Dwi Kurniawan.,ST., MT Lisye Fitria., Ir., MT
PT. INTI Persero merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri telekomunikasi dan informasi. Kegiatan PT. INTI Persero mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, serta perakitan. PT. INTI Persero memproduksi jenis produk yang berbeda-beda dalam suatu periode sesuai dengan permintaan dan hanya memproduksi suatu produk hanya jika ada permintaan dari konsumen. PT. INTI Persero memutuskan untuk menambah dan mengganti beberapa jenis mesin agar dapat memperbesar kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan produk E-KTP Smart Reader, System Control Unit, Sistem Informasi Bagas Jembatan (SIMBAGAS), serta Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (SINDILA) tahun 2017. Kebutuhan untuk menambah dan mengganti beberapa jenis mesin membutuhkan area yang lebih luas sehingga PT. INTI Persero berencana untuk memindahkan fasilitas perakitannya. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di perusahaan yaitu Automated Layout Design Program (ALDEP). Dalam tahap perancangan usulan tata letak langkahlangkah yang dilakukan yaitu menghitung kebutuhan luas lahan gudang komponen utama, luas lahan gudang komponen penunjang, luas lahan bagian perakitan, luas lahan gudang produk jadi, dan mengalokasikan kebutuhan luas lahan untuk fasilitas pendukung. Setelah melakukan perhitungan kebutuhan luas lahan, dilanjutkan dengan membuat Activity Relationship Chart (ARC) untuk menentukan derajat kedekatan antar fasilitas sebagai input dari software ALDEP yang direkapitulasi dengan From To Chart (FTC). Software ALDEP menghasilkan beberapa alternatif usulan rancangan tata letak fasilitas. Hasil usulan rancangan tata letak optimal dari software ALDEP dipilih berdasarkan nilai Total Closeness Rating (TCR) terbesar. Rancangan tata letak software ALDEP yang terpilih adalah tata letak iterasi ke 4C dengan nilai TCR sebesar 354. Tata letak yang terpilih akan dirancang kedalam bentuk Area Allocation Diagram (AAD). Langkah terakhir yang dilakukan yaitu menghitung Ongkos Material Handling (OMH) untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan perpindahan barang dari masing-masing produk.