// <![CDATA[USULAN PRIORITAS DALAM EVALUASI POTENSI BISNIS KANTOR POS CABANG WILAYAH BANDUNG UTARA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS]]> Rahadian Ramadhan /13-2012-202 Penulis Ir. Abu Bakar., M.M. Fifi Herni Mustofa, ST., M.T.
PT Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan bergerak dalam bidang jasa komunikasi dan giro yang melayani seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa pelayanan yang ditawarkan oleh perusahaan adalah penjualan perangko, materai, kiriman paket baik paket kilat khusus, paket ekspres, paket biasa, hingga paket EMS (paket pengiriman keluar negeri), wesel, dan pospay. Masalah yang sedang dihadapi oleh PT Pos Indonesia adalah pendapatan yang didapatkan oleh ketiga kantor pos cabang (KPC) yaitu Husein Sastranegara, Gegerkalong, dan Setiabudi, belum sesuai dengan target yang ditetapkan, sebagai contoh kantor pos cabang Husein Sastranegara, pada bulan Januari 2016 baru memperoleh 95.61% dari target pendapatan yang ditetapkan. Oleh karena itu PT Pos Indonesia ingin mengevaluasi ketiga kantor pos cabang yang terletak di Bandung Utara, untuk mengetahui lokasi manakah yang masih memiliki potensi bisnis. Dalam proses mendapatkan urutan prioritas lokasi kantor pos dengan potensi bisnis terbesar di Bandung Utara, dibutuhkan kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi alternatif kantor pos cabang, lokasi alternatif tesebut diantaranya KPC Husein Sastranegara, Gegerkalong, dan Setiabudi. Sedangkan penentuan kriteria dalam memilih lokasi kantor pos dengan potensi bisnis terbesar didapat dari hasil wawancara dengan Manajer Pelayanan, yang dimana peneliti menggabungkan aspek kelayakan bisnis (Siregar, 1990). Kriteria tersebut adalah persaingan, jumlah kepadatan penduduk, aksesibilitas, kenyamanan, kondisi traffic, pusat keramaian, effisiensi kantor, kompetensi karyawan, jumlah pendapatan, gross operation profit (GOP), jumlah transaksi, dan biaya overhead. Setelah kriteria penentuan pemilihan lokasi kantor ditetapkan maka proses selanjutnya adalah proses pengolahan data menggunakan metode analytical hierarchy process. Hasil yang diperoleh dengan metode analytical hierarchy process, adalah lokasi kantor pos Gegerkalong berada pada urutan pertama, lokasi kantor pos Setiabudi pada urutan kedua, dan lokasi kantor pos Husen Sastranegara berada pada urutan terakhir yaitu ketiga. Sehingga lokasi dengan urutan yang memiliki potensi bisnis terbesar adalah kantor pos Gegerkalong. akan tetapi langkah keputusan selanjutnya berada pada pimpinan kantor pos Asia Afrika, dengan sepertujuan secara legalnya pada Divisi Regional (DIVRE).