// <![CDATA[DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA]]> Tegar Pradana /31-2011-034 Penulis 0402036601 - Bambang Arief, Drs., MSn
Museum Wayang Kulit memiliki fungsi edukasi, konservasi, serta rekreasi, yang bertujuan untuk menyampaikan sejarah wayang secara detail dari segi bentuk dan material agar pengunjung dapat mengetahui mengapa bentuk wayang kulit itu pipih dan pementasanya secara siluet. Karena banyak sekali versi cerita wayang maka akan direncanakan pusat infomasi karakter yang bertujuan mendisplay serta menginformasikan berbagai jenis karakter berdasarkan cerita dan ekspresi atau mimic (wanda) yang ada dalam wayang kulit. Agar generasi muda dan pengunjung yang hampir tidak pernah melihat pagelaran wayang yang sudah sangat jarang ini, dapat mengetahui dan memahami wayang lebih jauh. Selain itu sebagai jembatan antar generasi, agar dapat meneruskan budaya yang lahir di Indonesia ini. Metode yang digunakan yaitu metode analisa deskriptif analisis dan kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang di peroleh dari lapangan, kemudian dinalasisa untuk menemukan solusi permasalahan yang ditemukan pada eksisting bangunan saat ini. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan dan waawncara. Metode yang akan dipakai adalah mengikuti referensi atau buku panduan untuk mendesain Museum Wayang Kulit. Dan dilakukan penentuan konsep tema & gaya, pemilihan material, konsep tata ruang museum, zonng fungsi berdasarkan aktifitas dan storyline, kebutuhan ruang berdasarkan aktivitas&fasilitas hingga image chart sebagai pendekatan desain.