DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA
Museum Wayang Kulit memiliki fungsi edukasi, konservasi, serta rekreasi, yang
bertujuan untuk menyampaikan sejarah wayang secara detail dari segi bentuk dan material
agar pengunjung dapat mengetahui mengapa bentuk wayang kulit itu pipih dan
pementasanya secara siluet. Karena banyak sekali versi cerita wayang maka akan
direncanakan pusat infomasi karakter yang bertujuan mendisplay serta menginformasikan
berbagai jenis karakter berdasarkan cerita dan ekspresi atau mimic (wanda) yang ada dalam
wayang kulit. Agar generasi muda dan pengunjung yang hampir tidak pernah melihat
pagelaran wayang yang sudah sangat jarang ini, dapat mengetahui dan memahami wayang
lebih jauh. Selain itu sebagai jembatan antar generasi, agar dapat meneruskan budaya yang
lahir di Indonesia ini. Metode yang digunakan yaitu metode analisa deskriptif analisis dan
kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang di peroleh dari lapangan, kemudian dinalasisa
untuk menemukan solusi permasalahan yang ditemukan pada eksisting bangunan saat ini.
Sedangkan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan dan
waawncara. Metode yang akan dipakai adalah mengikuti referensi atau buku panduan untuk
mendesain Museum Wayang Kulit. Dan dilakukan penentuan konsep tema & gaya,
pemilihan material, konsep tata ruang museum, zonng fungsi berdasarkan aktifitas dan
storyline, kebutuhan ruang berdasarkan aktivitas&fasilitas hingga image chart sebagai
pendekatan desain.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA ().Desain Interior:FAD
Chicago Style
.DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA ().Desain Interior:FAD,2017.Text
MLA Style
.DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA ().Desain Interior:FAD,2017.Text
Turabian Style
.DESAIN INTERIOR MUSEUM WAYANG KULIT di JAKARTA ().Desain Interior:FAD,2017.Text