PENERAPAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL TERKENDALA MINIMAL DAN TERKENDALA PENUH PADA JARING SIPATDATAR
Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) telah mengeluarkan tata cara
pengukuran dan pengolahan jaring kerangka kontrol vertikal melalui dokumen
SNI 19-6988-2004. Penentuan titik-titik kerangka kontrol vertikal diperoleh
melalui pengukuran sipat datar memanjang dengan pengolahan yang dilakukan
menggunakan hitung perataan kuadrat terkecil berkendala. Skripsi ini berisikan
penjabaran tata cara pengolahan hitung perataan kuadrat terkecil berkendala
minimal (minimum constraint) dan berkendala penuh (full constraint) pada data
sipat datar memanjang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
diperoleh ketelitian tinggi titik yang dihitung dari hasil hitung perataan berkendala
penuh lebih teliti dibandingkan dengan yang berkendala minimal.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).PENERAPAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL TERKENDALA MINIMAL DAN TERKENDALA PENUH PADA JARING SIPATDATAR ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL TERKENDALA MINIMAL DAN TERKENDALA PENUH PADA JARING SIPATDATAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL TERKENDALA MINIMAL DAN TERKENDALA PENUH PADA JARING SIPATDATAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.PENERAPAN HITUNG PERATAAN KUADRAT TERKECIL TERKENDALA MINIMAL DAN TERKENDALA PENUH PADA JARING SIPATDATAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2017.Text