// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERTAMBAHAN, POLA SEBARAN, DAN TINGKAT KEPADATAN SEDIMENTASI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DI WILAYAH PESISIR KOTA CIREBON]]> Thobibie /23-2012-053 Penulis Dr. Yackob Astor, S.T., M.T.
Proses sedimentasi yang sangat kuat di pesisir Kota Cirebon mengakibatkan perubahan garis pantai yang sangat kuat sehingga dapat menyebabkan terbentuknya tanjung dan tanah timbul. Proses sedimentasi tersebut selain material sedimentasi yang dibawa oleh arus laut, hal ini menjadi semakin bertambah dikarenakan sebagian masyarakat yang tinggal di daerah pesisir membuang sampahnya ke bibir pantai. Pengendapan material sedimen di sepanjang garis pantai akan membentuk daratan baru, daratan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk perluasan lahan pemukiman. Hal-hal diatas mengakibatkan perubahan yang sangat dinamis di wilayah pesisir, sehingga diperlukan pemantauan secara berkala serta mendapatkan informasi tentang keadaan fisik garis pantai termasuk proses perubahan yang sedang berlangsung. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi perubahan fisik garis pantai adalah dengan teknologi penginderaan jauh yang mampu memberikan deteksi perubahan lahan dan perubahan garis pantai. Selain itu, penambahan sedimentasi, pola sebaran sedimentasi, kemudian tingkat kepadatan sedimentasi juga bisa diketahui dengan menggunakan data citra satelit. Metode untuk mengetahui perubahan garis pantai salah satunya menggunakan metode kombinasi band untuk pemisahan wilayah daratan dan lautan dan dengan cara melakukan digitasi citra dari tahun 2005, 2010 dan 2015. Sedangkan untuk klasifikasi tingkat kepadatan sedimentasi yang digunakan adalah menggunakan algoritma Lemigas. Berdasarkan hasil pengolahan data citra, untuk hasil sedimentasi diketahui bahwa penambahan laju proses sedimentasi yang paling signifikan di Pesisir Kota Cirebon terjadi antara tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Sedangkan tahun 2005 dan 2010 hanya terjadi penambahan yang sedikit. Pola sebaran sedimentasi sebagian bermuara di hilir sungai terutama pada delta-delta sungai. Hal ini bisa mengakibatkan terjadi penyumbatan pada aliran sungai yang bermuara ke laut dan dapat mengakibatkan banjir. Penelitian ini dapat membantu Pemerintah Kota Cirebon dalam hal menyelesaikan permasalahan di pesisir Kota Cirebon. Beberapa masalah seperti tingkat kekeruhan yang tinggi, abrasi, akresi, pendangkalan, banjir dan hal lainya diharapkan menjadi prioritas penyelesaian agar pengembangan wilayah pesisir Kota Cirebon menjadi terlaksana sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa sumber daya laut Kota Cirebon menjadi aset sebagai penunjang perekonomian ke depan.