// <![CDATA[Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih dan Air Buangan Gedung Hotel Mercure dengan Aspek Konservasi Air]]> Kancitra Pharmawati, S.T.,M.T. Dhuhri Hidayatullah / 25-2011-024 Penulis Priyadi Wirasakti, S.T.
Aspek konservasi air merupakan salah satu konsep green building. Untuk menghemat konsumsi air bersih first class maka Hotel Mercure menerapkan aspek konservasi air, yaitu butir pada WAC 3 (daur ulang), WAC 4 (sumber air alternatif), dan WAC 5 (penampungan air hujan) (GBCI, 2013). Sistem instalasi plambing dengan menggunakan aspek konservasi air di Hotel Mercure bertujuan untuk dapat mendistribusikan air bersih first class, membuang air buangan ketempat pengolahan dengan menggunakan jalur pipa berdasarkan peruntukannya dan dimensi pipa yang sesuai, serta menghasilkan air bersih second class dan dapat menghemat air bersih first class.Perencanaan sistem instalasi plambing air bersih dan air buangan mengacu pada SNI 03-6481-2000, SNI 03-7065-2005, dan Soufyan M. Noerbambang tentang Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing. Dari hasil perhitungan,Hotel Mercure memiliki populasi 1.161 orang dengan kebutuhan air bersih first class sebesar 114,765 m3/hari dan total air buangan yang dihasilkan sebesar 110,44 m3/hari meliputi black water sebesar 22,08 m3/hari dan grey water sebesar 88,32 m3/hari.Selain itu Hotel Mercure memiliki air sisa pendingin ruangan (AC)44,16 m3/hari dan air hujan 52,53 m3dapat digunakan kembali untuk flushing water closet dan urinoirsetelahmenggunakan STP biofilter anaerob-aerob dan unit membran ultrafiltrasi. Penggunaan aspek konservasi air dapatmengurangi total kebutuhan air bersih first class denganpengematan sebesar 30%.Diameter pipa yang digunakan dalam perencanaan ini sebesar 15 mm sampai 100 mm.