// <![CDATA[PUSAT PERAWATAN KANKER BERBASIS HEALING ENVIRONMENT ACESO (ACESO CANCER TREATMENT CENTER BASED ON HEALING ENVIRONMENT) :]]> Bayyild Rizqan Syarif / 212011092 Penulis 0411046402 - I Putu Widjaja Thomas Brunner, Ir, MM. Dosen Pembimbing 1 Eggi Septianto, ST,MT. Dosen Pembimbing 2 Riantiza Avesta, ST,M.Sc.
Laju pembangunan Indonesia semakin hari semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya pembangunan masyarakat dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi tersebut, perubahan lingkungan dan gaya hidup pun tidak dapat terelakan, dengan berubahnya lingkungan dan gaya hidup mengakibatkan kesadaran masyarakat akan penyakit dan kesehatanpun menurun. Salah satu penyakit yang seringkali di temukan di temukan di masyarakat masa kini adalah kanker. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2012 menyebutkan, prevalensi kanker mencapai 4,3 banding 1.000 orang. Padahal data sebelumnya menyebutkan prevalensinya 1 banding 1.000 orang. Fasilitas pelayanan kesehatan mencakup 4 fungsi utama, yaitu kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Di Indonesia, kebanyakan penanganan penyakit kanker hanya terfokus pada kuratif saja. Kuratif adalah tindakan medis yang bertujuan untuk mengobati suatu penyakit seperti operasi pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi daya tahan tubuh (immunotherapy). “Healing Environment” adalah pengaturan fisik yang mendukung pasien dan keluarga untuk menghilangkan stres yang disebabkan oleh penyakit, rawat inap, kunjungan medis, pemulihan dan berkabung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa healing environment merupakan suatu desain lingkungan terapi yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien secara psikologis. Maka dengan berbagai fenomena dan fakta di atas Indonesia umumnya dan Bandung khususnya membutuhkan rumah sakit khusus kanker yang melayani 4 fungsi pelayanan kesehatan yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan dengan berbasis “Healing Environment”.