// <![CDATA[PENGARUH TEMPERATUR TEMPERING 600 OC TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA PERKAKAS AISI H23]]> REZA RIZKY PRADTYA /12-2012-091 Penulis Prof. Meilinda Nurbanasari, Ir., MT., Ph.D.
Baja perkakas AISI H23 merupakan golongan tungsten hot work tool steel. Jenis kandungan unsur pembentuk karbida yang tinggi menyebabkan volume fraction karbida yang terbentuk tinggi, selain itu jenis karbida yang terkandung pada baja perkakas H23 ini mempunyai karbida yang stabil pada temperature tinggi. Proses heat treatment dilakukan untuk mendapatkan kombinasi kekerasan dan ketangguhan dari baja perkakas AISI H23 yang melalui proses hardening dan double tempering. Rangkaian proses heat treatment yaitu dengan proses austenisasi pada temperatur 1150 ºC dan proses double tempering pada temperatur 600 ºC, karena ferit yang mudah mengendap dengan cepat di baja ini pada 595 °C dan Ms dibawah suhu kamar. Jenis H23 harus didinginkan dalam garam cair pada 165-190 °C dan kemudian didinginkan di udara sampai suhu kamar. Baja ini tidak akan mengalami peningkatan kekerasan dengan pengerasan sekunder (secondary hardening) selama siklus tempering. Pada kajian ini hasil yang didapatkan yaitu struktur mikro dari tahapan proses heat treatment yang secara kualitatif berupa ferit dan jaringan karbida tidak sepenuhnya terlarut pada proses austenisasi dan sifat mekanik yang terbentuk dari baja AISI H23 yaitu kekerasan pada kondisi as cast yaitu 355 ± 4 HV dan ketangguhan sebesar 42,79 % sedangkan pada saat setelah melewati tahapan proses tempering didapat kekerasan 242 ± 3,2 HV dan ketangguhan sebesar 54,14 %. Hasil pengamatan struktur mikro secara kualitatif yang terbentuk yaitu ferit dan jaringan karbida primer yang tidak sepenuhnya terlarut pada proses austenisasi dan nilai kekerasan yang didapat dari rangkaian proses heat treatment jauh dibawah standar nilai kekerasan dari aplikasi baja perkakas AISI H23. Kata Kunci : Tungsten Hot Work Tool Steel, Heat Treatment, Hardening.