// <![CDATA[PENGARUH PROSES HARDENING DENGAN MEDIA QUENCHING AIR GARAM TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA PERKAKAS H21]]> RIZKY RAMDHANI/ 12-2012-027 Penulis 0409056902 - Prof. Meilinda Nurbanasari, ST. MT. Ph.D.
Baja perkakas H21 termasuk kedalam kelompok tungsten-hot work tool steels. Aplikasi dari baja perkakas H21 diantaranya banyak digunakan sebagai die casting dies dan forging dies dengan nilai kekerasan 38 – 42 HRC [3]. Permasalahan utama pada baja ini konsentrasi pembentuk unsur karbida yang tinggi, yaitu tungsten dan chromium menyebabkan volume fraction karbida yang terbentuk tinggi, sehingga ketangguhan pada baja perkakas H21 relatif rendah dan mudah terjadi retak. Penelitian yang akan dilaksanakan dalam kesempatan kali ini yaitu, mengetahui pengaruh proses hardening dengan media quenching air garam terhadap perubahan struktur mikro dan kekerasan pada baja perkakas H21. Dengan melakukan proses hardening pada temperatur 1150°C selama 60 menit, lalu di quenching dengan menggunakan salth bath pada temperatur 550°C, dan kemudian di double tempering pada temperatur 600°C selama 60 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki sifat mekanik dari baja perkakas H21, dan mengetahui struktur mikro yang terbentuk selama proses heat treatment. Hasil dari Penelitian yang dilakukan, menunjukan nilai kekerasan yang diperoleh dari rangkaian proses heat treatment yaitu 38,5 HRC, nilai tersebut masuk ke dalam nilai kekerasan dari aplikasi yang digunakan. Untuk nilai reduction area yang diperoleh sebesar 41,89 %. Struktur mikro yang terbentuk yaitu fasa martensit + primary carbide hasil dari proses quenching, dan fasa martemper hasil dari proses double tempering. Dengan proses heat treatment yang dilakukan sifat mekanik dari baja perkakas H21 dapat diperbaiki, yaitu mengalami kenaikan nilai reduction area sebesar 9,56 % dari kondisi awal (as cast).