// <![CDATA[KAJIAN RAM (RELIABILITY, AVAILABILITY, AND MAINTAINABILITY) SECONDARY INTERCOOLER PUMP SYSTEM PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI UBP. KAMOJANG]]> AFRIZAL ALBAR RAMADHAN /12 - 2011 - 118 Penulis Dr. Ahmad Taufik Joenoes.,M.Eng Dani Rusirawan, ST.MT.,Ph.D
Pembangkit listrik umumnya dilengkapi dengan secondary cooling system yang digunakan untuk mendinginkan beberapa peralatan pendukung seperti generator cooler, lube oil cooler, dan kompresor (after cooler). Kerusakan dari peralatan pendukung dari suatu sistem pembangkit listrik dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan produksi dan berujung pada terciptanya kerugian yang tidak sedikit, ditinjau dari finansial perusahaan maupun para pekerjanya. Metode Reliability, Availability dan Maintainability (RAM) dapat digunakan untuk memperkirakan peluang kegagalan pada secondary cooling system sebuah pembangkit listrik. Dalam penelitian ini kajian RAM telah digunakan untuk memperkirakan kegagalan yang mungkin terjadi pada secondary cooling system dari sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) UBP Kamojang. Walaupun secondary cooling system terdiri dari banyak sub-sistem, kajian yang dilakukan hanya fokus pada secondary intercooler pumps system dengan komponen-komponen yang terdapat didalamnya, yang terdiri dari gate valve, strainer, secondary intercooler pumps, swing check valve dan gate valve yang dirangkaikan secara seri. Beberapa data penting seperti failure rate (λ), Mean Time to Failure (MTTF), Repair system diperoleh dari data lapangan. Dari hasil kajian, nilai RAM sub-sistem secondary intercooler pumps pada tahun pertama adalah R=97.1 %, A=97.2% dan M=91.2%, sedangkan pada tahun ke-29 adalah R=40.9 %, A=97.2% dan M=100%, sehingga dapat disimpulkan bahwa reliability dari sistem ini semakin menurun seiring dengan bertambahnya waktu dan untuk kasus ini karena adanya faktor failure rate pada tahun ke 29. Sementara itu maintainability semakin meningkat seiring bertambahnya waktu, yang secara langsung memperlihatkan bahwa peluang sebuah komponen untuk dapat kembali seperti keadaan semula, semakin besar. Availability merupakan hasil dari dua karakteristik diatas yang menggambarkan ketersediaan sistem selama kurun waktu tertentu.