// <![CDATA[PENGARUH PROSES HARDENING DENGAN MEDIA QUENCHING UDARA TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA PERKAKAS H21]]> Prof. Meilinda Nurbanasari, Ir., MT., Ph.D. FAJAR SEPTIANI SIRADZ /12-2012-046 Penulis
Berdasarkan standar AISI baja perkakas AISI H21 merupakan kelompok tungsten hot work tool steel. Baja perkakas ini banyak digunakan pada temperatur kerja tinggi, seperti die casting dies dan forging dies dengan harga kekerasan pada aplikasi berkisar antara 38 – 42 HRC. Baja ini memiliki kekerasan dan ketahanan terhadap deformasi pada temperatur tinggi. Unsur paduan utama pada baja ini yaitu tungsten (10% wt), dan Chromium (3.75% wt), dimana unsur paduan tersebut menyebabkan volume fraction karbida yang terbentuk relatif tinggi, oleh karena itu baja perkakas ini memiliki harga kekerasan yang tinggi sebesar 483 ± 6 HV pada kondisi as cast namun ketangguhan relatif rendah. Dengan melakukan proses heat treatment diharapkan terjadi perubahan struktur mikro dan volume fraction karbida sehingga akan berpengaruh pada sifat mekanik baja perkakas AISI H21 ini. Proses heat treatment yang dilakukan yaitu proses hardening dan proses double tempering. Proses hardening yang dilakukan meliputi austenisasi pada temperatur 1150 ˚C, holding time selama 60 menit dan di quench udara. Dan setelah proses hardening dilakukan proses double tempering pada temperatur 600 ˚C, holding time selama 60 menit dan didinginkan diudara hingga temperatur kamar. Proses austenisasi dilakukan untuk melarutkan karbida pada baja perkakas AISI H21 sedangkan proses tempering dilakukan bertujuan untuk mendapatkan pengerasan sekunder (secondary hardening). Dari tahapan proses heat treatment yang telah dilakukan dapat ditentukan secara kualitatif struktur mikro yang terbentuk dari hasil proses hardening yaitu bainit dan setelah dilakukan proses double tempering berubah menjadi tempered bainit. Dan harga kekerasan diperoleh untuk proses hardening sebesar 537.2 ± 27.6 HV sedangkan pada spesimen yang dilakukan proses double tempering sebesar 382.4 ± 6 HV. Dan harga ketangguhan diperoleh dari pendekatan harga kekerasan, untuk proses hardening dan double tempering diperoleh 40.41 %.