// <![CDATA[REALISASI SISTEM DISTILASI BIOETANOL KAPASITAS KETEL 25 LITER]]> Alfeus Agni Rumpaka/ 12–2012–136 Penulis Dani Rusirawan, S.T., MT., Ph.D. M. Pramuda N. S, S.T., MT
Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan bahan bakar minyak semakin meningkat. Salah satu bahan bakar yang bisa dimanfaatkan adalah bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari tumbuhan. Proses membuat bioetanol perlu dilakukan beberapa proses, seperti proses galatinasi, permentasi dan distilasi. Distilasi bioetanol merupakan proses pemisahan dua jenis zat cair (etanol dan air) yang memiliki perbedaan titik didih, sehingga zat cair (etanol) yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu, kemudian dikondensasikan kembali menjadi zat cair yang disebut bioetanol. Sistem distilasi bioetanol dengan kapasitas ketel 25 liter ini dibuat menggunakan beberapa proses pembentukan seperti proses pemesinan (gurdi dan gerinda) dan proses deformasi plastis (bending) serta menggunakan proses penyambungan seperti las TIG, brazing, baut dan mur. Hasil akhir dari penelitian ini adalah diperolehnya model fisik sistem distilasi bioetanol kapasitas ketel 25 liter.