CARDIOVASCULAR HOSPITAL : HEALING ENVIRONMENT
Penyakit jantung saat ini adalah penyebab kematian nomer satu di Indonesia. Indonesia dengan penduduk 200 juta jiwa, idealnya memiliki minimal 25 rumah sakit jantung. Saat ini baru terdapat 3 rumah sakit jantung yang memadai yang ketiganya terletak di Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun oleh buletin penelitian kesehatan tahun 2009, Jawa Barat mendapati urutan 9 provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan Cardiovascular Hospital, Bandung untuk memenuhi kebutuhan pasien di Provinsi Jawa Barat, khususnya daerah Bandung Raya. Isu utama sebuah perancangan rumah sakit adalah bagaimana sebuah rumah sakit dapat berfungsi secara optimal. Hal ini disiasati dengan pemintakatan sesuai standar yang berlaku dan pemisahan sirkulasi umum dan internal rumah sakit. Perancangan Cardiovascular Hospital ini memakai konsep healing environment yang bertujuan untuk memberi dampak positif pada psikologis guna mempercepat penyembuhan pasien terutama pasien rehabilitasi pasca operasi jantung. Penggunaan konsep healing environtment memungkinkan pasien dan keluarga untuk mengatasi dan melampaui penyakit lebih cepat. Ruang dirancang untuk memelihara dan terapi, dan yang paling penting untuk mengurangi stres dengan menghubungkan pasien dengan alam dalam saat berada di lingkungan bangunan. Bangunan dirancang menggunakan luas lahan 60% sehingga jumlah lantai bangunan menjadi 8 lantai. Rumah sakit ini berkapasitas 115 tempat tidur yang dirancang pada site seluas 10.260 m². Kata kunci: rumah sakit, jantung, healing, environment, sirkulasi
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).CARDIOVASCULAR HOSPITAL : HEALING ENVIRONMENT ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.CARDIOVASCULAR HOSPITAL : HEALING ENVIRONMENT ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
MLA Style
.CARDIOVASCULAR HOSPITAL : HEALING ENVIRONMENT ().Arsitektur:FTSP,2015.Text
Turabian Style
.CARDIOVASCULAR HOSPITAL : HEALING ENVIRONMENT ().Arsitektur:FTSP,2015.Text