// <![CDATA[KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM DISTILASI BIOETANOL KAPASITAS KETEL 25 LITER]]> Dani Rusirawan, S.T., M.T., Ph.D Dudi Permana /12-2012-126 Penulis M.Pramuda N. S, S.T., M.T
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki biodiversitas sangat besar. Di negeri ini terdapat ribuan jenis tumbuhan dan hewan yang beraneka ragam. Tumbuhan dan hewan tersebut memiliki potensi dan manfaat yang bisa dipergunakan dan salah satu jenis tumbuhan yang bisa di manfaatkan yaitu tumbuhan jenis umbi-umbian. Selain bisa dikonsumsi, umbi-umbian ini bisa dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari tumbuhan. Untuk memanfaatkan singkong menjadi bioetanol perlu adanya proses galatinasi, fermentasi, dan distilasi. Proses distilasi merupakan cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih, dimana secara garis besar proses distilasi dilakukan dengan cara zat cair dipanaskan hingga titik didihnya dan uap hasil pemanasan tersebut masuk ke dalam alat pendingin (kondensor) untuk mengubah fasa uap menjadi cair melalui proses pengembunan. Dalam penelitian ini, sistem distilasi bioetanol yang berhasil di realisasikan kemudian di uji. Dari pengujian, diperoleh bahwa untuk kapasitas ketel 25 liter dengan komposisi 2,25 liter etanol dan 22,75 liter air, dihasilkan etanol sebanyak 1684 ml dalam waktu 43 jam 45 menit. Luaran lain yang diharapkan dari penelitian ini, adalah dapat mengetahui efektivitas kondensor untuk sistem distilasi bioetanol.