// <![CDATA[STUDI MENGENAI PERANCANGAN CAMPURAN BETON TANPA MEMPERTIMBANGKAN GRADASI AGREGAT HALUS DAN KASAR]]> Priyanto Saelan, Ir., M.T. Kamil Budianto /22 2012 020 Penulis
Komposisi agregat dan gradasinya dalam perencanaan campuran beton menjadi besaran yang ditentukan sebagai acuan sehingga tidak lagi menjadi variabel. Penelitian dari Maryanti, et al (2014) membuktikan perubahan gradasi agregat kasar menyebabkan perubahan kuat tekan beton. Mengingat pada pelaksanaan campuran beton persyaratan gradasi acuan agregat sering diabaikan karena dianggap gradasi hanya mempengaruhi kelacakan campuran beton saja, maka penelitian ini diajukan untuk mengembangkan suatu perancangan campuran beton tanpa mempertimbangkan gradasi agregat halus dan kasar. Perancangan yang dilakukan dengan cara Dreux dengan faktor granular sebesar 0,47, modulus kehalusan pasir berkisar 1,5-3,5 dan gradasi agregat kasar bervariasi, yaitu gradasi 100 % ukuran 5-10 mm, gradasi 50% ukuran 5-10 mm dan 50% ukuran 10-20 mm, dan gradasi 100% ukuran 10-20 mm dengan kuat tekan 30 MPa dan slump rencana 50 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan yang dicapai berkisar 30 MPa dan slump aktual maksimum 45 mm. Hasil penelitian membuktikan bahwa perancangan yang diajukan dapat digunakan sebagai perancangan campuran beton tanpa mempertimbangkan gradasi agregat halus dan kasar.