// <![CDATA[PERANCANGAN EXOSKELETON SEBAGAI ALAT BANTU TERAPI BERJALAN UNTUK PENYANDANG CACAT LUMPUH KAKI]]> 0430128004 - Nuha Desi Anggraeni, S.Si., M.T. ALDI RENALDI NURZAMAN /12-2010-013 Penulis Iwan Agustiawan, S.T, M.T
Kelumpuhan adalah suatu kondisi seseorang yang tidak bisa menggerakan seluruh atau sebagian tubuhnya, akibat pesan yang dikirimkan otak melalui syaraf tidak dapat berfungsi sehingga bagian tubuh tidak merespon pesan tersebut. Karena itu dikembangkan lah suatu alat yang dapat membantu menggerakan bagian tubuh yang tidak dapat bergerak (lumpuh) tersebut, alat tersebut adalah exoskeleton. Exoskeleton adalah tulang tambahan/ tulang terluar yang biasanya ada di hewan seperti kepiting, lobster, belalang dan lain-lain. Selain melihat aspek dari kelumpuhan dan sejarah exoskeleton ada juga ilmu dasar seperti ilmu biomekanika serta ilmu mekanika lainnya yang melatar belakangi pemilihan judul tugas akhir ini. Dalam Tugas Sarjana ini telah dibuat perancangan exoskeleton sebagai alat bantu terapi berjalan bagi penyandanng lumpuh cacat kaki. Dalam perancangan exoskeleton sebagai alat bantu terapi berjalan untuk penyandang lumpuh kaki ini dilakukan penentuan bentuk dan dimensi, perancangan konstruksi exoskeleton, dan untuk membantu proses perancangan digunakan software SolidWorks serta Matlab. Dimana software MatLab digunakan untuk membantu proses perihitungan kinematik dan dinamik proses orang berjalan dan SolidWork digunakan untuk membantu proses pemodelan/ perwujudan dari bentuk fisik rangka exoskeleton serta membuat simulasi gerak model exoskeleton sebagai alat bantu terapi berjalan untuk penyandang cacat lumpuh kaki. Rancangan ini dibuat sesuai data pasien yang di dapatkan pada saat melakukan penelitian, dimana tinggi pasien tersebut 155 cm, panjang kaki 91 cm, dan berat pasien 54 N dan dari data tersebut di dapatkan spesifikasi perancangan dengan berat 10,9 N, tinggi 154 cm dan berbahan Aluminium 2024. Selain spesifikasi rancangan hasil akhir yang di dapatkan juga adalah daya actuator yang di butuhkan untuk menggerakan rangka pada bagian paha dan betis, dimana gaya actuator pada bagian rangka adalah sebesar 34,31 dan gaya actuator pada bagian betis sebesar 31,16 N. iii Hasil akhir yang didapatkan dari perancangan ini diharapkan akan menghasilkan suatu rancangan model exoskeleton yang sesuai dengan kebutuhan untuk terapi berjalan bagi para penyandang cacat lumpuh kaki dan nantinya dapat di kembangkan untuk di produksi dan digunakan secara massal.