// <![CDATA[PENENTUAN METODA INSPEKSI UNTUK MENUNJANG ANALISA KEGAGALAN KEBOCORAN COIL COOLER CONNECTOR PADA SISTEM PLTA 175 MW]]> VEGGA AGUSMAN/ 12 – 2012 – 099 Penulis prof.Meilinda Nurbanasari, Ir., M.T., Ph.D Tri Sigit P, S.T., M.T.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi kinetik air menjadi energi listrik. Dalam sistem PLTA terdapat komponen bearing cooler yang berfungsi menjaga temperatur bearing turbin konfigurasi poros vertikal. Kegagalan fungsi bearing cooler dapat berdampak pada penurunan kinerja sistem pendingin dan menyebabkan terjadinya oksidasi pada oli pelumas bearing, sehingga dapat menghentikan operasi sistem PLTA. Dalam tugas akhir ini, akan ditentukan dan dilakukan beberapa metoda inspeksi untuk menunjang kegagalan pada coil cooler connector bearing cooler. Penentuan metoda inspeksi yang digunakan akan mengacu pada akar akar penyebab kegagalan yang mungkin terjadi, sehingga diharapkan hasil inspeksi tersebut dapat memberikan bukti kuat mengenai kegagalan yang terjadi. Metoda inspeksi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu inspeksi visual, dye penetrant, identifikasi material (spektrometri, kekerasan vickers, metalografi, dan SEM EDS). Hasil analisa data dye penetrant didapatkan bahwa kebocoran terjadi pada dearah sambungan antara flange dengan pipa tembaga yang ditunjukan adanya pengendapan liquid penetrant. Pengujian metalografi menujukan bahwa tipe sambungan yang dilakukan adalah brazing yang dibuktikan tidak adanya difusi antara logam induk dan logam pengisi. Pada hasil SEM EDX dibuktikan bahwa logam pengisi yang digunakan telah sesuai yaitu AWS A5.8 Bag-5 dengan melakukan pendekatan data pada brazing and soldering book. Hasil data SEM EDX ini juga didapatkan bahwa penyambungan yang dilakukan tidak baik karena banyaknya porositas pada sambungan. Didapatkan dari hasil metalografi adanya gap atau kampuh yang terlalu besar lebih dari 1cm untuk suatu penyambungan.