// <![CDATA[GEDUNG APRESIASI SENI GALUH BATIK JAWA BARAT]]> Ir. Achsien Hidajat, M.T. Ardhiana Muhsin, S.T., M.T. Nur Annisa Hidayati Zaenudin /21.2013.147 Penulis Udjianto Pawitro, Ir., M.S.P.
Kebudayaan Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda pada setiap daerahnya. Secara umum budaya diakui memiliki unsur penting dalam proses pembangunan atau keberlanjutan suatu bangsa. Neo vernakular memiliki 2 penggalan kata yaitu neo dan vernakular. Neo berasal dari bahasa Yunani berarti baru. Vernakular yaitu sebagai arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat etnik budaya. Desain dan bentuknya mencerminkan paham kosmologi, pandangan hidup, gaya hidup, dan jati diri masyarakat setempat dengan mengedepankan penggunaan material lokal. Tapak berada di kawasan Summarecon, Gede Bage, Bandung Timur. Kawasan ini dikembangkan untuk menjadi kota teknopolis yang modern, namun tetap memperhatikan dan menghargai warisan budaya Bandung seperti slogannya “think global, act Sunda”. Pada penerapannya ke dalam desain bangunan, dari 10 prinsip di atas terdapat 6 prinsip yang diterapkan yaitu mengandung unsur komunikatif yang bersifat lokal, membangkitkan kenangan historik, memiliki konsteks urban, menerapkan teknik ornamen, bersifat representasional (mewakili seluruhnya), dan berwujud metaforik (dapat berati bentuk lain). Penerapan konsep desain modern-vernacular pada bangunan Apresiasi Seni Galuh Batik Jawa Barat bertujuan untuk menyetarakan antara desain lokal dengan modern. Dimana desain bangunan yang mengusung konsep lokal saat ini sudah sangat jarang dan hampir tidak pernah diterapkan lagi oleh perancang-perancang bangunan.