// <![CDATA[GEDUNG APRESIASI SENI LUKISAN DAN PATUNG DENGAN TEMA DEKONSTRUKSI GEOMETRI]]> Rani Rachmawati / 21-2013-153 Penulis 0420097702 - Eggi Septiantio, S.T., M.T. Ir. Ucu Makmur K, M.M.Pd.
Seiring dengan perkembangan seni di Indonesia dan banyaknya peminat seni masih banyak seniman yang belum di kenal namanya oleh masyarakat luas, khususnya pada bidang seni rupa. Seperti seniman yang ada di Jawa Barat tepatnya di Desa Jelekong, Baleendah, Kab.Bandung dan banyaknya komunitas seni rupa, sekolah seni serta perguruan tinggi yang terdapat di Kota Bandung dan sekitarnya. Karya-karya dari para seniman tersebut layak untuk di apresiasi sebagai sebuah karya yang bernilai. Melihat banyaknya hasil karya seni rupa seperti lukisan dan patung dari para seniman tersebut, menggerakan pemerintah untuk menyediakan tempat untuk memamerkan karya-karya seniman. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para seniman rupa agar dapat menjual hasil karyanya dengan mudah di gedung apresiasi seni. Perancangan gedung apresiasi seni berfungsi sebagai tempat untuk memamerkan dan menjual lukisan dan patung, maka dari itu rancangan gedung apresiasi seni ini mencerminkan fungsi di dalamnya, sebagai sebuah patung besar atau dengan kata lain sclupture yang menjadi icon pada kawasan tersebut. Gaya dekonstruksi dinilai mampu mewakili rancangan gedung apresiasi seni sebagai sebuah sclupture dengan bentuk-bentuk geometri dengan sudut akut mendukung penerapan tema dekonstruksi pada gedung apresiasi seni lukisan dan patung