// <![CDATA[GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA]]> Thomas Brunner, Ir., M.M. Erisa Weri Nydia, S.T., M.Sc. Intan Fadila Noor Fajriani /212013058 Penulis
Indonesia terkenal sebagai salah satu negeri terbesar penghasil kain tradisional yang indah. Kain etnik nusantara itu dikenal dengan sebutan wastra. Keterkaitan kompleks antara kain tradisional dengan sistem kepercayaan, mulai dari proses pembuatannya, pemakaiannnya dan fungsi lainnya dapat disimak pada budaya dari berbagai suku bangsa. Berbagai jenis kain seperti kain batik dan kain tenun ikat, dengan keindahan dan kekayaan variasi serta mutunya yang tinggi telah menjadi unsur identitas bagi bangsa Indonesia. Perencanaan Gedung Apresiasi Wastra Indonesia di Bandung sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni dan budaya kain wastra Indonesia, meningkatkan apresiasi masyarakat akan seni tekstil yaitu kain etnik Indonesia dan juga sebagai sarana kreatifitas bagi para seniman yang bergerak di bidang tekstil tradisional untuk mengenalkan karya anak bangsa terhadap dunia. Tema besar yang menjadi landasan perencanaan dan perancangan Gedung Apresiasi Seni Tekstil Wastra Nusantara ini adalah Structural Expressionism. Dalam perencanaan dan perancangan bangunan mangambil gagasan penerapan analogi karakteristik dari barang yang akan dipamerkan yaitu Kain Etnik. Dalam penerapan tema perancangan, bangunan didukung dengan konsep Curtural Expressionism dengan penerapan pada eksterior berupa penerapan karakteristik kain sebagai unsur visual dan dalam interior diterapkan karakter kain yaitu berupa flowing yang lebih fleksibel ke dalam pola sirkulasi.