GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA
Indonesia terkenal sebagai salah satu negeri terbesar penghasil kain tradisional yang
indah. Kain etnik nusantara itu dikenal dengan sebutan wastra. Keterkaitan kompleks
antara kain tradisional dengan sistem kepercayaan, mulai dari proses pembuatannya,
pemakaiannnya dan fungsi lainnya dapat disimak pada budaya dari berbagai suku
bangsa. Berbagai jenis kain seperti kain batik dan kain tenun ikat, dengan keindahan
dan kekayaan variasi serta mutunya yang tinggi telah menjadi unsur identitas bagi
bangsa Indonesia.
Perencanaan Gedung Apresiasi Wastra Indonesia di Bandung sebagai salah satu upaya
untuk melestarikan seni dan budaya kain wastra Indonesia, meningkatkan apresiasi
masyarakat akan seni tekstil yaitu kain etnik Indonesia dan juga sebagai sarana
kreatifitas bagi para seniman yang bergerak di bidang tekstil tradisional untuk
mengenalkan karya anak bangsa terhadap dunia.
Tema besar yang menjadi landasan perencanaan dan perancangan Gedung Apresiasi
Seni Tekstil Wastra Nusantara ini adalah Structural Expressionism. Dalam
perencanaan dan perancangan bangunan mangambil gagasan penerapan analogi
karakteristik dari barang yang akan dipamerkan yaitu Kain Etnik. Dalam penerapan
tema perancangan, bangunan didukung dengan konsep Curtural Expressionism dengan
penerapan pada eksterior berupa penerapan karakteristik kain sebagai unsur visual dan
dalam interior diterapkan karakter kain yaitu berupa flowing yang lebih fleksibel ke
dalam pola sirkulasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
MLA Style
.GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA ().Arsitektur:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.GEDUNG APRESIASI WASTRA NUSANTARA ().Arsitektur:FTSP,2017.Text