// <![CDATA[“GEDUNG APRESIASI SENI BUDAYA TEKSTIL DENGAN TEMA APLIKASI DESAIN FRAKTAL PADA SELUBUNG BANGUNAN”]]> Eggi Septianto ST., MT Dosen Pembimbing 1 Ir. H. Ucu Makmur Kosasih, M.M.Pd. Dosen Pembimbing 2 Milla Amalia / 21-2013-055 Penulis
Batik adalah warisan budaya bagi bangsa Indonesia yang sudah mendunia.Batik kini tak dipungkiri telah menjadi bagian penting dari keberadaan bangsa Indonesia di percaturan global. Keputusan bahwa batik diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia, telah dikuatkan oleh keputusan UNESCO yang menyatakan bahwa batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi sejak oktober 2009. Kota Bandung sampai saat ini belum memiliki fasilitas batik lengkap yang dapat digunakan sebagai wadah untuk memperdalam ilmu tentang batik. sehingga perkembangan dan tingkat apresiasi masyarakat terhadap seni batik di kota Bandung sedikit terlambat, maka dibutuhkan suatu wadah yang dapat menampung kebutuhan para pecinta, pemerhati, seniman serta masyarakat umum untuk dapat mempelajari, mengenal dan mempopulerkan seni batik. Seni Budaya Tekstil Batik ini tidak hanya sekedar mewadahi fasilitas yang bertujuan komersil semata, namun juga sebagai sarana edukasi dan usaha pelestarian kebudayaan batik Indonesia. Tema penggunaan fraktal pada selubung bangunan diangkat pada perencanaan gedung Seni Budaya Tekstil Batik ini dengan menerapakan motif batik Wadasan dan batik Megamendung yang di terapkan pada fasad bangunan dengan penggunaan teori dasar fraktal. Fraktal adalah pola yang serupa diri dengan cara mengulang dengan skala yang berbeda. Pola tersebut dihubungkan dengan sistem matematik yang dideskripsikan pada aplikasi software Grashopper dan Rhinoceros.