// <![CDATA[MIGRASI DAN POLA PEMILIHAN LOKASI BERMUKIM MIGRAN DI KOTA BANDUNG]]> RICYE VIYETRI /242014126 Penulis Ir. Yanti Budiyantini, MDevPlg
Kota Bandung mempunyai daya tarik bagi penduduk perdesaan dan kota kecil di sekitarnya yang dijadikan tujuan untuk melakukan migrasi. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi yaitu faktor ekonomi, daya tarik Kota Bandung relatif banyak pada lapangan pekerjaan karena memiliki perbedaan tingkat upah/pendapatan. Selain itu penyebab terjadi migrasi yaitu dijadikannya Kota Bandung sebagai kota tujuan pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, perpindahan penduduk dapat disebabkan karena kesenjangan ekonomi dan ketidakmerataan pembangunan antar daerah perdesaan dan perkotaan. Selain disebabkan oleh faktor pendorong dan penarik, ditinjau dari kondisi penduduk yang melakukan migrasi membutuhkan lahan untuk bermukim. Untuk memenuhi kebutuhannya, migran akan memilih tinggal di wilayah yang ketersediaan lahan permukiman masih luas yang sesuai dengan pendapatan migran, maka dengan adanya sebaran penduduk yang tinggal pada masing-masing kecamatan dapat dilihat pola pemilihan lokasi bermukim migran di Kota Bandung Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi migrasi, karakteristik migran dan pola pemilihan lokasi bermukim migran di Kota Bandung. Dalam pengumpulan data menggunakan metode Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis spasial dengan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini yaitu responden yang melakukan migrasi ke Kota Bandung berada pada rentang umur 25-39 tahun yang termasuk usia produktif, yang didominasi oleh responden laki-laki dengan status menikah dan memiliki tingkat pendidikan SLTA/sederajat. Untuk status kepemilikan lahan yang dimiliki responden yaitu sewa/kontrak. Responden banyak bekerja sebagai pedagang pada sektor informal, buruh industri dan karyawan yang memiliki pendapatan sekitar Rp.1.500.001-2.500.000. Faktor pendorong responden untuk melakukan migrasi didominasi oleh keinginan untuk mandiri sebesar 29.17%, selanjutnya adalah karena pendapatan yang rendah di daerah asal sebesar 27.08% dan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dipilih sebesar 22.14%. Faktor penarik paling besar untuk responden datang ke Kota Bandung adalah karena penghasilan yang tinggi yaitu sebesar 46.09% respoden memilih faktor tersebut, selanjutnya berturut-turut diikuti oleh lapangan kerja yang beragam sebesar 21.09% serta ajakan teman dan saudara sebesar 15.89%. Berdasarkan karakteristik migran 4 dari 6 karakteristik tidak membentuk pola dalam pemilihan lokasi bermukim, karakteristik yang memiliki pola yaitu status kepemilikan lahan dan jenis pekerjaan yang dilihat berdasarkan jarak dari pusat pelayanan kota. Sedangkan ditinjau berdasarkan fungsi dengan faktor penarik juga membentuk suatu pola tertentu.