// <![CDATA[ANALISIS FATIK PADA POROS BAJA AISI 1045 DENGAN VARIASI BENTUK ALUR]]> LUKMAN KUSWANDONO /12-2005-044 Penulis Ali Atamimi, ST, M.T Yusril Irwan, ST, M.T.
Seiring perkembangan teknologi, teknologi poros banyak digunakan dalam suatu sistem mesin maupun kontruksi. Poros merupakan sebuah komponen elemen mesin yang berfungsi untuk meneruskan tenaga baik berupa puntiran, torsi maupun bending. Akibat beban tersebut suatu poros sering mengalami kegagalan dalam operasinya karena mengalami pembebanan yang terus berulang. Salah satu dari banyak material poros adalah berbahan logam, logam yang mengalami pembebanan dengan tegangan dinamis dan berulang dalam jangka waktu yang lama, perlu dilakukan pengujian untuk memprediksi kegagalan material. Salah satu tipe pengujian untuk memprediksi kegagalan material akibat beban berulang (fatik) adalah pengujian dengan menggunakan mesin uji fatik rotary bending. Pengujian ini diharapkan dapat memperkirakan umur dan kekuatan suatu poros dengan material baja AISI 1045. Baja AISI 1045 yang akan diuji sebelumnya dilakukan proses permesinan yaitu pembubutan yang dilakukan dengan menggunakan mesin bubut untuk membentuk alur yang berbentuk V, alur U, alur dan alur . Tujuannya yaitu membandingkan umur lelah akibat beban lentur pada poros, tanpa alur dan poros yang beralur dengan penguat atau tidak dengan penguat dengan memvariasikan diameter dari bentuk alur untuk baja AISI 1045. Dengan menggunakan mesin rotary bending spesimen diuji dengan beban yang sama untuk memperoleh hasil yang akan dibandingkan dengan perhitungan secara teoritik. Penulis melakukan pengujian terhadap beberapa poros dengan variasi bentuk alur dan diameter 20 mm dengan beban 161,865 N sehingga didapatkan umur material yang berupa siklus sebesar 7113,93 cycle dengan waktu 7 menit 7 detik untuk alur U, untuk alur V didapat 283379 cycle dengan waktu 282 menit 7 detik, sedangkan alur didapat 3257,07 cycle dengan waktu 3 menit 23 detik, dan alur diperoleh 4574,54 cycle dengan waktu 4 menit 54 detik. Hasil tersebut diperoleh dari analisis fatik menggunakan metode teoritik.