// <![CDATA[STUDI KAPASITAS DAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA ANGIN DAN SURYA BERKAPASITAS 6 kW BERDASARKAN SKENARIO CUACA]]> AHMAD FARID FAKHRULLAH/ 11 2011 054 Penulis
Pembangkit listrik tenaga hibrida angin dan surya adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan gabungan antara tenaga sinar matahari dan tenaga angin sebagai sumber energi primer yaitu dengan cara memanfaatkan radiasi cahaya (teknologi fotovoltaik) dan kecepatan angin. Menentukan desain pembangkit listrik tenaga angin dan surya, terlebih dahulu menghitung probabilitas distribusi normal untuk mengetahui peluang terjadinya kecepatan angin dan radiasi matahari. Dari hasil perhitungan probabilitas distribusi normal peluang terjadinya kecepatan angin lebih dari 3,73 m/s adalah berpeluang sebesar 78,81% sedangkan peluang terjadinya radiasi matahari lebih dari 0,397 kW/m2 berpeluang sebesar 92,79%. Beberapa desain turbin angin yang digunakan yaitu 3 unit, 4 unit dan 5 unit sedangkan beberapa desain panel surya yang digunakan 10 unit, 16 unit dan 28 unit. Desain pembangkit listrik tenaga hibrida angin dan surya untuk menyuplai beban sebesar 6 kW yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga angin 3,59 kW dengan kuantitas turbin angin 4 unit, pembangkit listrik tenaga surya 1,23 kW dengan kuantitas panel surya 16 unit dan total kebutuhan baterai sebanyak 10 baterai, karena memiliki investasi lebih kecil dari desain pertama. Saat melakukan pengaturan suplai beban, besar kecilnya selisih daya yang disuplai oleh turbin angin ataupun panel surya akan mempengaruhi kuantitas baterai karena untuk memenuhi kebutuhan beban. Skenario cuaca dilakukan untuk menguji desain pembangkit listrik tenaga angin dan surya yang terpilih guna untuk mengetahui kehandalan.