// <![CDATA[POLA SPASIAL PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN INDEKS MORAN]]> Rika Hernawati E, S.T., M.T. Muhamad Yordi Ardiansyah/ 23.2013.141 Penulis
Penyakit demam berdarah dengue merupakan penyakit yang berbahayayang bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya apabila tidak ditangani dengan tepat, penyakit tersebut adalah virus dengue yang ditularkan dari nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus. Salah satu kota yang mempunyai kasusdemam berdarah yang tinggi adalah Kota Bandung yaitu dengan jumlah 3134 kasus pada tahun 2014. Penyakit demam berdarah dengue dapat dianalisis secaraspasial dengan mempunyai data jumlah kasus demam berdarah, salah satu analisissecara spasial yaitu untuk mengetahui autokorelasi spasial, tujuan dari penelitianini adalah menentukan apakah terdapat autokorelasi spasial dalam penyebaran penyakit demam berdarah yang terjadi di Kota Bandung dan menentukan pola sebaran penyakit demam berdarah dan memberikan gambaran mengenai peta pola sebaran spasial penyakit demam berdarah serta membantu Dinas Kesehatan memberikan gambaran persebaran penyakit demam berdarah di Kota Bandung. Autokorelasi spasial merupakan salah satu analisis spasial untuk mengetahui pola hubungan korelasi antar lokasi (amatan). Pada kasus demam berdarah Dengue di Kota Bandung, metode yang biasa digunakan untuk mengetahui autokorelasi spasial suatu daerah adalah dengan menggunakan metode Indeks Moran. Dari hasil analisis autokorelasi spasial menunjukan terdapat autokorelasi spasial pada kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung, uji signifikansi satu arah menunjukan adanya autokorelasi positif pada kasus demam berdarah Dengue di Kota Bandung dan pola sebaran spasial dihasilkan adalah pola spasial sebaran cluster