// <![CDATA[KETAHANAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH TERHADAP SULFAT DAN KLORIDA]]> Bernardinus Herbudiman, ST., MT. Rulli Ranastra Irawan., ST., MT. Rafli Andaru Ikomudin /22 2012 172 Penulis
Ketahanan beton dalam lingkungan yang korosif sangat diperlukan, menurut hasil penelitian beton geopolimer memiliki ketahanan yang lebih baik dari beton biasa. Beton geopolimer dalam penelitian ini adalah beton tanpa menggunakan semen sedikitpun tetapi menggunakan campuran fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2 sebagai material pengganti semen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan beton geopolimer berbasis fly ash terhadap zat kimia berupa asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi sebesar 10%. Parameter yang diamati adalah kuat tekan, cepat rambat gelombang, pH, permeabilitas permukaan dan tarik belah yang dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Benda uji kuat tekan dan pH menggunakan kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm sebanyak 3 buah dan benda uji cepat rambat gelombang dan tarik belah menggunakan silinder berukuran 10 cm × 20 cm 3 buah dan benda uji permeabilitas permukaan mengunakan silinder berukuran 15 cm × 30 cm 3 buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi larutan sebesar 10% yang digunakan untuk perendaman beton geopolimer berbasis fly ash terlalu tinggi sehingga ketahanan beton geopolimer tersebut mengalami penurunan yang signifikan baik dari segi kekuatan, kepadatan, kandungan dan kondisi fisik.