BRAND COMMUNICATION MUSEUM MANDALA WANGSIT SILIWANGI SEBAGAI WISATA EDUKASI
Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang didirikan pada 23 Mei 1966 di
Jalan Lembong, Bandung oleh Panglima Divisi Siliwangi ke 8 yaitu Kolonel
Ibrahim Adji. Museum ini merupakan museum senjata yang digunakan pada saat
perang antara Jepang dan Indonesia. Seiring berjalannya waktu, museum ini jauh
dari kata menarik padahal museum tersebut jaraknya sangat dekat dengan tempat
wisatawan berakhir pekan, tetapi museum ini diibaratkan tertimbun di antara cafe,
mall, dan hotel megah disekitarnya. Saat ini, Museum Mandala Wangsit Siliwangi
hanya dikenal sebagai tempat museum pribadi karena jumlah pengunjung lebih dari
sedikit. Brand Communication merupakan solusi untuk memecahkan permasalahan
ini agar membangun citra dan karakteristik museum. Membangun awareness dan
pengetahuan masyarakat tentang museum. Jadi akan lebih terbuka dengan potensi
sejarah dan pengetahuan sehingga masyarakat tidak hanya mengingat Museum
Mandala Wangsit Siliwangi sebagai tempat menyimpan barang-barang kuno yang
tidak bermanfaat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).BRAND COMMUNICATION MUSEUM MANDALA WANGSIT SILIWANGI SEBAGAI WISATA EDUKASI ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM MANDALA WANGSIT SILIWANGI SEBAGAI WISATA EDUKASI ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text
MLA Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM MANDALA WANGSIT SILIWANGI SEBAGAI WISATA EDUKASI ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text
Turabian Style
.BRAND COMMUNICATION MUSEUM MANDALA WANGSIT SILIWANGI SEBAGAI WISATA EDUKASI ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text