// <![CDATA[Perancangan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Tunagrahita Ringan Melalui Permainan Kartu Cerita Pop Up]]> Ganis Resmisari, S.Sn., M.Ds. Agisyandi Yasa /33-2013-025 Penulis
Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting bagi manusia, dengan bahasa kita dapat berkomunikasi/berinteraksi sosial, menyampaikan dan memahami pikiran, perasaan serta pesan dari orang lain. Perkembangan bicara dan bahasa dipengaruhi faktor psikologis yang berkaitan dengan intelegensi yang cukup baik untuk mengolah dan mengerti apa yang didengar dan dialaminya, minat kepada apa yang dilihat dan yang didengar untuk mengembangkan pembicaraan, bertukar pikiran dan perasaan. Keterampilan berbahasa dan berbicara sangat dibutuhkan oleh setiap individu tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus termasuk anak tunagrahita. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kemampuan intelegensi dibawah rata-rata, dengan demikian anak tunagrahita mengalami masalah dalam memahami apa yang didengarkan dan mengembangkan pembicaraan dengan orang lain karena penguasaan pembendaharaan kata anak tunagrahita cenderung terbatas, artikulasi tidak jelas, intonasi datar dan secara gramatikal sering terjadi kesalahan. Pada usia 6-12 tahun, anak normal dapat menguasai lebih kurang 50.000 kosa kata (Syamsudin dan Syaodih dalam Rubimanto et al, 2003: 10), sementara ada siswa tunagrahita ringan dengan usia 15 tahun belum mampu menguasai 50.000 kosa kata. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan bahasa anak tunagrahita lebih lambat berbeda dengan kemampuan anak normal. Melalui permainan kartu pop up yang digunakan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara ini dapat membantu dalam proses berbahasa dan berkomunikasi dengan cara bermain sambil belajar merangkai kata-kata saat berbicara, melalui kartu pop up anak tunagrahita ringan yang membutuhkan sesuatu hal yang kongkrit dan jelas dalam proses belajar, media pop up ini cocok karena bisa menampilkan bentuk 3 dimensi yang timbul sehingga dapat menggambarkan bentuk ilustrasi dengan jelas dan tidak abstrak. Yang diharapkan dengan menggunakan kartu pop up ini anak lebih tertarik berbicara dengan percaya diri sesuai dengan kemampuan bahasa yang dimilikinya.