ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SHUTTLE X BANDUNG – JAKARTA
Tol Cipularang memberikan dampak positif bagi perusahaan jasa transportasi shuttle. Hadirnya shuttle di Bandung memberikan alternatif bagi penumpang karena menerapkan konsep satu titik pemberangkatan ke titik tujuan dengan waktu yang relatif cepat. Shuttle dengan rute Bandung-Jakarta yang ada di Bandung jumlahnya banyak. Permasalahan pada shuttle yaitu tidak setiap pemberangkatan kendaraan terisi penuh. Permasalahan tersebut mendorong dilakukan penelitian berapa minimal penumpang rata-rata yang naik setiap pemberangkatan supaya dapat menutupi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan berapa keuntungan yang didapat dengan penumpang tersebut. Metode perhitungan yang digunakan yaitu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan dengan nomor: 89 tahun 2002. Dari penelitian ini diperoleh BOK total per tahun Rp535.036.617 atau BOK total per hari Rp1.486.213 dan didapat minimal penumpang rata-rata per trip yaitu 4 orang mendapatkan keuntungan 29% dengan penumpang tersebut.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SHUTTLE X BANDUNG – JAKARTA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SHUTTLE X BANDUNG – JAKARTA ().Teknik Sipil:FTSP,2017.Text
MLA Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SHUTTLE X BANDUNG – JAKARTA ().Teknik Sipil:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SHUTTLE X BANDUNG – JAKARTA ().Teknik Sipil:FTSP,2017.Text