PEMBUATAN HARDENER RESIN ADHESIVE
Hardener atau dikenal sebagai curing agents adalah suatu bahan kimia
yang penggunaannya pada Resin Urea-Formaldehid akan mengakibatkan resin
perekat menjadi ‘matang’, yaitu berubah menjadi resin termoset yang keras dan
tidak bisa dilaturkan lagi. Hardener yang umum digunakan pada industri adalah
amonium klorida dan amonium sulfat mengandalkan keberadaan formaldehid
bebas untuk menghasilkan asam. Namun, resin yang digunakan memiliki
formaldehid bebas yang rendah sehingga hardener tersebut kurang efektif untuk
digunakan. Penambahan hardener heksamin sulfat merupakan salah satu cara yang
dapat digunakan.
Pada penelitian ini dilakukan pencampuran hardener amonium kloridaheksamin
sulfat dan amonium sulfat-heksamin sulfat dengan komposisi masingmasing
sebesar 100-0% ; 75-25% ; 50-50% ; 25-75% ;0-100% dari massa total
hardener. Komposisi pencampuran hardener tersebut disesuaikan hingga dicapai
pH glue mix sebesar 5,8.Glue mix diaplikasikan pada kayu jenis segon dengan
dimensi 30,48 cm x 30,48 cm x 0,4 cm. Glue mix dengan campuran hardener
amonium sulfat 75% dan heksamin sulfat 75% merupakan hasil terbaik karena
menghasilkan IB Strength sebesar 2,265 MPa dan emisi formaldehid sebesar 1,27
mg/L.
Selanjutnya dilakukan penambahan garam melamin asetat untuk
mengetahui pengaruh dari penambahan garam melamin asetat kedalam glue mix
tersebut. Komposisi dari garam melamin asetat sebesar 1-2% dari massa total
resin. Glue mix dengan penambahan garam melamin asetat sebesar 2% merupakan
hasil terbaik karena menghasilkan IB Strength sebesar 2,456 MPa dan emisi
formaldehid sebesar 0,25 mg/L.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).PEMBUATAN HARDENER RESIN ADHESIVE ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PEMBUATAN HARDENER RESIN ADHESIVE ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
MLA Style
.PEMBUATAN HARDENER RESIN ADHESIVE ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
Turabian Style
.PEMBUATAN HARDENER RESIN ADHESIVE ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text