// <![CDATA[KAJIAN PENGARUH UKURAN DAN TINGGI UNGGUN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT PADA FLUIDIZED BED FERMENTOR PROSES FERMENTASI ETANOL SECARA KONTINYU]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T Suparman Juhanda, Ir., M.Eng. Avianto Hidayat /14-2012-012 Penulis May Leni Shaleha /14-2012-078 Dosen Pembimbing 1
Dalam proses fermentasi etanol secara kontinyu , salah satu masalah yang muncul adalah sulitnya pemisahan produk dari mikroorganisme yang ini berdampak pada pengurangan jumlah mikroorganisme di fermentor. Metode sel tertambat (immobilized cell) dapat menjadi alternatif untuk mengatasinya. Batu Apung memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai penambat karena ringan dan mudah untuk bergerak sehingga menyerupai kondisi free cell dan memiliki porositas yang cukup besar yang memungkinkan mikroorganisme ditambatkan ke permukaan. Namun demikian, harus dipelajari aplikasi lebih lanjut dari sel tertambat (immobilized cell) dengan batu apung sebagai media penambat pada berbagai jenis fermentor salah satu nya pada kolom fermentor fluidized bed. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi terbaik ditinjau dari konsentrasi etanol, perolehan etanol, dan jumlah cell yang lepas terbawa oleh aliran produk yang dihasilkan berdasarkan ukuran batu apung dan ketinggian bed pada proses fermentasi etanol menggunakan tower fermentor fluidized bed dengan batu apung sebagai media penambatnya dengan kondisi immobilized cell dan proses berjalan secara kontinyu. Proses fermentasi dilakukan secara kontinyu dengan parameter konsentrasi glukosa 150 g/L , suhu ruang (25-30 ℃), pH 4,5 , dan waktu tinggal 2 hari . sedangkan variabel yang di variasikan adalah ukuran batu apung mesh 18/20 dan mesh 12/14 dan ketinggian bed 10% dan 25%. Berdasarkan hasil penelitian , kondisi terbaik proses fermentasi yang di peroleh pada ukuran batu apung mesh 18/20 dan tinggi bed 25% dengan konsentrasi etanol 33,09 (%v/v),% yield etanol 7,75% dan rata-rata jumlah sel lepas 8%.